#obatilegal

Edarkan Obat Ilegal, Warga Jagabaya Ditangkap di Karanganyar

( kata)
Edarkan Obat Ilegal, Warga Jagabaya Ditangkap di Karanganyar
Barang bukti yang diamankan polisi. Foto. Dok Polsek Jatiagung


Kalianda (Lampost.co) -- Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Jatiagung, Lampung Selatan, mengamankan DKS (24), warga Jalan Pajajaran Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Wayhalim, Bandar Lampung, karena diduga membuat dan mengedarkan obat-obatan ilegal.

Kapolsek Jati Agung Iptu Mayer Anwar Harahap mengatakan pelaku ditangkap di salah satu rumah warga di Desa Karanganyar Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, pada Senin, 1 Februari 2021, pukul 10.00 Wib.

"Polsek Jati Agung telah ungkap kasus perkara memproduksi atau mengedarkan obat yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan," kata kapolsek, Rabu, 3 Februari 2021.

Menurutnya anggota mendapatkan informasi bahwa di salah satu rumah warga di Desa Karanganyar sering dilakukan peracikan atau membuat obat secara ilegal. Dari informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan.

"Pelaku ditangkap di jalan umum dekat Pasar Karanganyar. Dalam penggeledahan petugas menemukan beberapa bungkus obat-obatan yang diduga tidak memenuhi standar dan hendak diantar kepada konsumen," ungkapnya.

Kemudian petugas melakukan pengembangan ke rumah tersangka, dan mengamankan obat-obatan farmasi dari bermacam merk siap edar. Tersangka diketahui baru satu tahun menghuni rumah tersebut.

Dari hasil interograsi obat-obatan tersebut milik tersangka yang dibeli dengan jumlah banyak dari beberapa apotek. Sebelum diedarkan kembali, obat tersebut oleh pelaku dibagi dan dimasukkan beberapa butir obat racikan. Kemudian dikemas ulang dengan merk yang dibuat sendiri oleh tersangka.

"Pengakuan tersangka melakukan usaha tersebut sudah berjalan 4 bulan, kemudian tersangka berikut barang buktinya langsung dibawa ke Polsek Jati Agung untuk di lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," katanya.

Barang bukti yang diamankan diantaranya yakni 3.597 bungkus obat Remascok, 400 bungkus obat merk OBSAGI (obat racikan), 10 bungkus obat merk KECETIT (Obat racikan), 14 kotak obat merk TAWON LIAR, 2 kotak obat merk WANTONG,13 bungkus obat merk VIGOSEN, 14 bungkus obat merk LOSMAN, 63 botol obat merk VIT B1, 63 botol obat merk CTM, 13 botol obat merk VIT B12, 66 botol obat merk DEXANEL.

Kemudian 9 kotak obat merk DICLOFENAC SODIUM, 7 kotak obat merk FIMESTAN, 9 kotak dan 46 lempeng obat merk PONSTAN, 44 botol obat merk SODIUM CARBONATE, 19 lempeng obat merk AMOXYLINE TRIHIDRATE, 15 lempeng obat merk SUPER TETRA, 11 kotak obat merk PIROXICAM, 4 Bal plastik kemasan untuk obat, dan 1 unit komputer serta 1 unit printer.

Winarko







Berita Terkait



Komentar