Transplantasidonorhati

Dzili Harapkan Bantuan Untuk Transplantasi Hati

( kata)
Dzili Harapkan Bantuan Untuk Transplantasi Hati
Muhammad Syadzili Mezar Ibrahim. Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- “Cita-cita ayah cuma satu, punya cucu laki-laki supaya bisa diajak salat subuh ke masjid,” ujar Fahrizal, bapak dari Meutia Racmatia, Istri dari Yulizar Fadli Lubay, yang merupakan orang tua kandung Muhammad Syadzili Mezar Ibrahim.

Tuhan sungguh baik, 21 Maret 2020, cucu laki-laki pertama yang diharap-harap hadir di dunia. "Walaupun ayah sudah tidak ada, mungkin ayah tahu dan lihat dari sana,” kenang Meutia sambil memandangi wajah bayinya yang tersenyum meskipun sekujur kulitnya kekuningan.

Muhammad Syadzili Mezar Ibrahim, lahir dengan berat tubuhnya 2,3 Kg dan panjang 47 cm pada usia kandungan 36 minggu. Dzili sempat dirawat selama 14 hari di RSUD Abdul Moeloek, lalu pada hari ke-15, tepatnya pada Mei 2020 ia dirujuk di RSCM Cipto Mangun Kusumo, Jakarta Pusat, hingga sekarang.

Selama dirawat di RSCM, Dzili menjadi sangat rewel. BAB-nya kuning pucat dan putih dempul. Kulitnya menjadi gelap. Perutnya perlahan membesar. Tanda hitam nampak jelas di bawah sepasang matanya. Transfusi darah dan transfusi albumin pun sudah dilakukan.

Saat ini Dzili berusia 8 bulan. Nafasnya tersengal-sengal. Perutnya semakin membesar. Organ Hati dan limpanya membengkak, pembengkakan sudah sekitar 10 cm.

“Dzili harus segera cangkok hati. Untuk itulah saya mesti mendonorkan separuh hati saya untuk Syadzili," ujar Yulizar Fadli Lubay, ayah dari Syadzili, yang juga aktor dan cerpenis dari Komunitas Berkat Yakin (KoBer) Lampung.

Menurutnya, supaya transplantasi dapat terlaksana, sebagai pendonor ia diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan/proses screening yang membutuhkan biaya lebih dari Rp200 juta.

Yulizar menambahkan, menurut dokter, transplantasi hati, menjadi satu-satunya tindakan yang harus dijalani secepat mungkin. Mengingat Atresia Bilier (tidak terbentuknya saluran empedu) sehingga menyebabkan kerusakan pada organ Hati Dzili. Kondisi ini, menyebabkan perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning serta perut yang perlahan membesar.

"Berapapun support dari teman-teman, sangat berarti bagi Dzili. Kami akan lakukan yang terbaik bagi agar Dzili punya hati baru dan sehat seperti anak-anak lainnya. Tak hanya doa dan donasi, teman-teman pun bisa membagikan halaman galang dana ini, https://kitabisa.com/campaign/syadzilisembuh untuk perjuangan Dzili," ungkapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar