#kedelai#tempe

Durasi Kontrak Subsidi Kedelai Diminta Diperpanjang

( kata)
Durasi Kontrak Subsidi Kedelai Diminta Diperpanjang
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Etik Yulianti. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pusat Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Bandar Lampung meminta Menteri Perdagangan agar tahapan penyaluran kedelai dari Bulog diperpanjang. 

Ketua Ketua Puskopti Lampung, Alim S, mengatakan penyaluran kedelai Perum Bulog yang dilakukan dalam periode 2 mingguan terbilang cukup singkat. 

"Setiap satu kontrak yang disiapkan segala macam dokumennya, itu hanya untuk dua minggu dapat subsidi potongan harga kedelai. Setelah itu kami harus beli kedelai yang harganya tidak ada potongan," katanya. Jumat, 30 September 2022.

Alim mengatakan kebijakan itu sangat mempengaruhi jumlah serapan subsidi kedelai pemerintah. Terbukti dari target 4 ribu ton yang harus disalurkan hanya terealisasikan 10 persen. 

"Makanya kami minta durasi kontrak itu diperpanjang, jangan dua minggu tapi langsung saja satu bulan. Kalau seperti itu kami yakin realisasi penyaluran subsidi kedelai pemerintah akan naik," ujarnya. 

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Etik Yulianti, mengatakan pihaknya siap menampung seluruh saran dari para pengusaha tempe dan tahu Lampung. Namun, pihaknya juga perlu koordinasi dengan berbagai pihak terkait. 

"Kalau untuk regulasi itu kami hanya menjalankan saja. Tapi, jika memang kebijakan baru untuk perpanjangan durasi kontrak bisa mendongkrak realisasi subsidi pasti kami akan sampaikan ke pusat," kata dia. 

Sementara, dia menyangkal terkait realisasi subsidi kedelai baru 10%. Menurutnya, realisasi penyaluran kedelai selama periode I (April-Juli 2022) mencapai 41%.

"Subsidi yang disalurkan di Lampung mencapai Rp3,8 miliar kepada Kopti di 15 kabupaten/kota dengan besaran 3.836 ton. 

Etik mengatakan program subsidi Kedelai yang berakhir Juli 2022 lalu, akan dimulai lagi pada Oktober. 

"Oktober sampai Desember 2022 nanti akan mulai lagi programnya. Plafonnya akan mengikuti aturan pemerintah. Kalau subsidi tetap berarti Rp1.000 kalau ada perubahan ya kami ikuti," kata dia. 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar