#beritalampung#beritalampungterkini#gender#keseteraanperempuan#perempuan

Dunia tanpa Diskriminasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

( kata)
Dunia tanpa Diskriminasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, saat memberikan kata sambutan pada W20 Post-Summit Meeting bertema Recover Together, Equally di Nusa Dua, Bali, Minggu, 13 November 2022. Dok


Nusa Dua (Lampost.co) -- Slogan Woman 20 (W20) Recover Together, Equally harus menjadi seruan untuk terus bergerak dalam kebersamaan secara setara dalam proses pemulihan pascapandemi baik dalam skala lokal maupun global. Forum W20 merupakan Engagement Group G20 yang membentuk jaringan pemberdayaan perempuan untuk mendorong pengadopsian komitmen G20 dalam isu perempuan.

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, menegaskan hal itu pada kata sambutannya dalam W20 Post-Summit Meeting bertema Recover together, equally di Nusa Dua, Bali, Minggu, 13 November 2022. "Pemberdayaan bagi perempuan di seluruh dunia terus menghadapi hambatan besar terutama selama pandemi Covid-19," ujar Lestari.

Baca juga: Indonesia Jadi Ketua ASEAN 2023

Per September 2022, data United Nations Department of Economic and Social Affairs (UN DESA) terkait progres pembangunan berkelanjutan mencatat, secara global terdapat 380 juta perempuan dan anak perempuan yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Sejumlah 101,3 miliar perempuan dan anak perempuan dalam usia produktif hidup tidak punya pilihan untuk menentukan yang terbaik terhadap hidupnya dan 54% perempuan hidup dalam situasi krisis serta tidak memiliki pendidikan yang memadai. Bahkan, 49% perempuan di kota besar tidak aman keluar pada malam hari.

Kondisi semakin memprihatinkan pada akhir 2021 karena 44 juta perempuan dan anak perempuan mengalami perang, konflik, dan kekerasan terhadap hak-hak dasarnya. “Berdasarkan kenyataan tersebut, W20 melalui KTT W20 dengan tema En route to gender equality for gender welfare berkomitmen menjembatani kesenjangan disparitas gender,” kata Rerie, sapaan akrab Lestari.

Dia menegaskan Presidensi W20 Indonesia memperkuat isu prioritas dalam bentuk action plan yang memuat 3 isu utama, yaitu akuntabiltas untuk implementasi G20 lewat empower KPI (key performance indicators), sebuah dashboard untuk mengukur efektivitas kepemimpinan perempuan di sektor swasta.

Selain itu, peningkatan ketrampilan dan mendorong sektor swasta untuk turut membantu pembiayaan bagi UMKM sebagai perempuan penggerak pertumbuhan ekonomi dan membangun ketahanan digital dan keterampilan digital bagi perempuan pelaku UMKM.

“Perempuan memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan pembangunan ekonomi pascapandemi COVID-19 melalui usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM),” kata anggota Komisi X DPR dari Dapil II Jawa Tengah itu.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menyatakan sektor UMKM merupakan bisnis esensial yang dimiliki dan dijalankan perempuan khususnya di Indonesia. Saat ini, tercatat perempuan Indonesia mengelola 52% dari total 63,9 juta usaha mikro, 56% dari 193 ribu usaha kecil.

Perempuan Indonesia juga mengembangkan 34% dari 44 ribu usaha menengah. “Forum W20 mesti menjadi corong untuk terus menyuarakan ragam persoalan yang dihadapi perempuan termasuk memperhatikan ketidakadilan dan kemiskinan struktural yang dialami perempuan di perdesaan, mendukung pemenuhan hak-hak masyarakat lokal, menggalakkan gerakan pelestarian lingkungan, dan mengembalikan setiap inisiatif membangun dunia berbasis kearifan lokal (local wisdom),” ujarnya.

Rerie menjelaskan pertemuan W20 melahirkan komunike yang meminta agar pemimpin G20 berkomitmen menerapkan roadmap Brisbane Target, menciptakan jaringan gender data G20 dan W20 outcome dashboard, serta mengembangkan dan meningkatkan strategi nasional berbasis nilai-nilai kesetaraan gender. "Dibutuhkan kolaborasi yang solid antara pemerintah, swasta, dan masyarakat serta semua pihak untuk mewujudkan komitmen tersebut, " ujarnya.

Dia menilai apa yang dilakukan sekarang bukanlah akhir tetapi awal dari perjalanan panjang dalam mewujudkan tujuan ke-5 SDGs untuk mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan.

Pada kesempatan itu, Rerie juga mengajak para hadirin menyaksikan video berjudul The Girl Effect, yang memaparkan sejumlah fakta penting berbagai masalah yang masih dihadapi perempuan di dunia. Melalui video yang diputar, Rerie menekankan pentingnya menyelamatkan anak perempuan hari ini untuk menyelamatkan generasi penerus di masa datang.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar