PerikananDPR

Dukung Sektor Perikanan, Anggaran BBPBL akan Ditambah

( kata)
Dukung Sektor Perikanan, Anggaran BBPBL akan Ditambah
Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, saat kunjungan kerja komisi IV DPR RI ke BBPBL Lampung, yang terletak di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan. Putra


Pesawaran (Lampost.co) -- Guna mendukung sektor kelautan dan perikanan yang ada di Provinsi Lampung, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Komisi IV, akan menambah anggaran untuk Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, saat kunjungan kerja komisi IV DPR RI ke BBPBL Lampung, yang terletak di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran.

"Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi besar dalam laut, baik itu sektor perikanan maupun tempat wisatanya. Maka dari itu dengan kunjungan kami ini saya ingin melihat sejauh apa peran BBPBL dalam membantu para nelayan yang ada, kemudian apa saja yang masih menjadi kekurangan baik itu sarana dan prasarana yang ada disini," jelasnya, Kamis, 15 Oktober 2020.

Dirinya juga meminta kepada BBPBL Lampung, agar selalu memberikan ilmu kepada para pembudidaya, bagaimana cara menjaga lingkungan maupun penggunaan teknologi canggih dalam budidaya.

"Kalau tidak diberikan edukasi seperti itu, masyarakat kita tidak tau jenis ikan apa yang memiliki harga jual tinggi dipasaran, kemudian penggunaan teknologi yang semakin tahun kian canggih," ungkapnya.

"Kalau ada fasilitas yang kurang disini, sampaikan saja kami siap untuk membantu, kalau memang itu sifatnya untuk membantu masyarakat," paparnya.

Sementara itu, Kepala Riset Sumber Daya Manusia (SDM) BBPBL Lampung, Syarif Wijaya, mengatakan, BBPBL berdiri sejak tahun 1982, yang bertujuan untuk menyediakan bibit unggul kepada para masyarakat yang melakukan budi daya ikan laut, serta memberikan pemahaman teknologi yang sifatnya untuk para pembudi daya.

"Kami hadir untuk membantu masyarakat khususnya yang berada di pesisir pantai, untuk peningkatan taraf ekonomi mereka, dengan cara memberikan ilmu bagaimana cara berbudi daya ikan laut yang baik dan benar, sehingga masyarakat dapat meningkatkan perekonomiannya," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, BBPBL Lampung juga menyiapkan bibit ikan untuk masyarakat yang ingin budi daya secara gratis.

"Tadi sudah kita sampaikan juga kepada seluruh anggota DPR RI komisi IV terkait hal itu, karena disini kita ketahui saat ini kondisi negeri kita ditengah pandemi, yang mengakibatkan perekonomian terganggu, maka dari kita ingin menyelamatkan perekonomian masyarakat pesisir dengan memberikan bibit ikan gratis dan juga ilmu bagaimana cara berbudi daya yang baik," tegasnya. 

Diketahui dalam kegiatan itu, adanya pemberian bantuan dari kementerian kelautan dan perikanan (KKP), penyerahan secara simbolis kepada para kelompok pembudidaya di Provinsi Lampung yaitu bantuan benih ikan laut sebanyak 138.600 ekor, pakan mandiri sebanyak 37.500 kg, bibit Rumput Laut kultur jaringan sebanyak 12.000 kg, bantuan sarana dan prasarana untuk budidaya ikan hias air laut 5 paket serta bantuan teknologi budidaya system bioflox sebanyak 7 paket dengan nilai total sebesar Rp2.062.865.000. 

Ditambah dengan bantuan Karamba Jaring Apung (KJA) HDPE sebanyak 2 unit dari Direktorat Kawasan dan Kesehatan Ikan senilai Rp340.000.000. Pada kesempatan itu juga, Ketua Komisi IV DPR-RI beserta rombongan meninjau beberapa kegiatan di BBPBL Lampung, diawali dengan melihat Display teknologi budidaya laut yang menampilkan seluruh komoditas yang dikembangkan di BBPBL, penyerahan secara simbolis kepada 10 pokdakan penerima bantuan dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan. Selanjutnya meninjau sarana prasarana dan kegiatan Balai, meninjau Karamba Jaring Apung.

Winarko







Berita Terkait



Komentar