#bukopin#lakupandai#ekbis#ojk

Dukung Program OJK, Bank Bukopin Edukasi Program Laku Pandai di Bandar Lampung

( kata)
Dukung Program OJK, Bank Bukopin Edukasi Program Laku Pandai di Bandar Lampung
Kegiatan sosialisasi laku pandai oleh Bank Bukopin di Bandar Lampung. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Bank Bukopin menggelar kegiatan edukasi agen Laku Pandai b-tunai di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, pada 17-18 Februari 2020. Pada kegiatan tersebut, Bank Bukopin melakukan edukasi dan sosialisasi tentang layanan Laku Pandai kepada para agen b-tunai, serta melihat secara langsung aktivitas transaksi keuangan para agen b-tunai.

Kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Bukopin dalam rangka pengembangan Laku Pandai di Tanah Air dalam jangka panjang.

Laku Pandai merupakan kegiatan menyediakan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya yang dilakukan tidak melalui jaringan kantor, namun melalui kerja sama dengan pihak lain dan menggunakan sarana teknologi informasi.

Target dari kegiatan edukasi ini adalah para agen b-tunai baru yang masih unbanked di Bandar Lampung. Kedepan dengan adanya para agen b-tunai baru diharapkan nantinya juga dapat menambah jumlah nasabah tabungan rakyat. Dalam kegiatan tersebut, Bank Bukopin melakukan sosialisasi dan edukasi lebih mendalam untuk memastikan bahwa para agen mengerti mekanisme layanan Laku Pandai serta mengetahui cara mengoperasikan aplikasi layanan Laku Pandai.  

Para agen b-tunai yang mengikuti kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut memiliki latar belakang sebagai masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki usaha seperti warung kelontong, agen pulsa ponsel, dan payment point yang berdomisili di daerah yang memiliki potensi untuk memasarkan tabungan rakyat.

Branch Manager Bank Bukopin Bandar Lampung Abadi Nugroho Yanuarkus mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu media bagi Perseroan untuk memberikan edukasi dalam menyampaikan informasi seputar program Laku Pandai sehingga masyarakat dapat lebih mengerti bagaimana cara memanfaatkan layanan b-tunai secara optimal dan secara umum dapat meningkatkan jumlah nasabah baru yang pada akhirnya dapat menarik minat masyarakat untuk ikut memanfaatkan fasilitas ataupun menjadi agen Laku Pandai.

“Kami yakin kegiatan seperti ini cukup efektif untuk memperkenalkan layanan Laku Pandai kepada para agen di Bandar Lampung karena bank turun langsung melakukan sosialisasi dan edukasi sehingga ada rasa percaya dari para agen untuk memasarkan produk Laku Pandai khususnya di daerah tempat tinggalnya,” ujar Abadi.

Abadi menambahkan dengan adanya penjelasan informasi tentang Laku Pandai dan produk-produknya, seperti b-tunai, Bank Bukopin berharap dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan beragam transaksi keuangan.

Abadi menerangkan hingga saat ini terdapat total 46 agen b-tunai di Bandar Lampung. Secara nasional, jumlah agen b-tunai saat ini mencapai lebih dari 2.700 unit. Dengan semakin luasnya jaringan b-tunai diharapkan masyarakat akan lebih mudah melakukan transaksi perbankan melalui Bank Bukopin.

Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Mikro, UKM, dan Konsumer serta didukung oleh segmen komersial. Sesuai dengan moto “Memahami dan Memberi Solusi”, Bank Bukopin terus melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruktur teknologiinformasi serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital seperti aplikasi Bukopin Mobile, B Wallet, dan tabungan digital Wokee.

Per 31 Januari 2020, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (23,4%), KB Kookmin Bank (22,0%), Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia/KOPELINDO (5,2%), Negara RI (8,9%), dan Publik (40,4%). Bank Bukopin beroperasi di 24 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 9 kantor fungsional, 153 kantor kas, 25 payment point dan 832 unit ATM, serta tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama.
berharap dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan beragam transaksi keuangan.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar