#menjemurkopi#petanikopi#kopilambar#beritalambar

Dukung Larangan Jemur Kopi di Tanah, Petani Minta Solusi Bantuan Alat Jemur

( kata)
Dukung Larangan Jemur Kopi di Tanah, Petani Minta Solusi Bantuan Alat Jemur
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

LIWA (Lampost.co) -- Sejumlah petani kopi di Kecamatan Batubrak dan Belalau, Lampung Barat mendukung keputusan Bupati Lampung Barat yang mengeluarkan edaran tentang larangan menjemur kopi di tanah karena berpengaruh pada mutu dan kwalitas kopi. Namun demikian, pemerintah diminta memberi solusi atas larangan tersebut sehingga larangan jemur kopi tersebut bisa dilaksanakan oleh petani yang kini mulai memasuki masa panen kopi.

"Terus terang kalau saya dari dulu juga tahu kalau namanya kopi kwalitasnya bagus itu, biji yang di panen sudah merah. Sama jemurnya juga pakai terpal enggak di tanah. Makanya kalau kami, khusus untuk buat kopi bubuk, sengaja milih biji merah dan jemur pakai terpal," kata Sukino, petani kopi di Kecamatan Batubrak, Kamis (21/3/2019).

Namun kata dia, untuk kopi yang hasilnya akan dijual berupa biji, sejauh ini di jemur sembarangan di atas tanah. Kondisi tersebut, kata dia, selain karena halaman untuk menjemur kopi tidak luas, juga jumlah kopi yang di panen secara bersamaan cukup banyak. Selain itu, tidak tersedia perlataran jemur sebagaimana ketentuan untuk menghasilkan kwalitas yang bagus.

"Sekali jemur bisa sampai 3 kwintal, ukuran halaman rumah cuma 5 x 10 meter. Jangankan mau di jemur pakai terpal, untuk menutup kopi kalau sore saja, pakai karung-karung bekas," kata dia.

Surya, petani lainnya mengatakan seharusnya sebelum mengeluarkan edaran tentang larangan jemur kopi di tanah, terlebih dahulu pemerintah menyiapkan solusi kepada petani. "Siapa  tidak mau yang terbaik. Harusnya penyuluh data dulu berapa jumlah petani kopi di masing-masing pekon. Sudah itu kasih bantuan alat jemur sambil sosialisasikan kelemahan jemur di tanah. Bukan langsung mengeluarkan larangan tetapi tidak diimbangi dengan solusi," kata dia.

Aripsah



Berita Terkait



Komentar