#sara#ujarankebencian#beritalampung

Dugaan Kasus SARA Kembali Terjadi, Elemen Masyarakat Bereaksi

( kata)
Dugaan Kasus SARA Kembali Terjadi, Elemen Masyarakat Bereaksi
Foto: Lampost.co/Setiaji B Pamungkas


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sejumlah elemen masyarakat Lampung bereaksi atas dugaan ujaran berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang dilakukan dosen salah satu universitas swasta di Metro berinisial NA di media sosial. Termasuk pernyataan perempuan berinisial BN yang juga sempat viral di media sosial.

Solidaritas Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) dan Aliansi Masyarakat Cinta Damai (Almacida) Lampung meminta kedua oknum itu ditindak tegas oleh aparat kepolisian. 

Oknum dosen berinisial NA diduga melakukan ujaran kebencian dengan menghina suku Lampung di akun facebooknya. "Yang merasa suku Lampung enggak usah komentar di Facebook saya," tulis NA di akun Facebooknya.

Kemudian, BN melalui akun Instagramnya mempertanyakan apakah Lampung sejenis tanaman hias atau binatang buas?

"Apa Lampung? Itu sejenis tanaman hias atau binatang buas sih? Aduh aku enggak tahu daerah perkampungan seperti itu. Aku agak alergi gitu," kata BN dalam akunnya.

Sontak saja, kedua akun tersebut langsung diserbu netizen atau warga internet yang resah atas pernyataan mereka berdua. Bahkan, NA sudah dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. Sedangkan, BN dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Ketua I Almacida Lampung Rokhimi membuat lima pernyataan sikap yang diantaranya meminta aparat kepolisian menindak tegas oknum yang disinyalir telah membuat keresahan atas ujaran kebenciannya.

Mereka juga mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk segera mengadakan rekonsiliasi dengan mengadakan musyarawah bersama tokoh adat dan seluruh elemen masyarkat.

Sementara Ketua SPSI Lampung Badri menegaskan isi SARA harus dicegah sedini mungkin. Sebab, isu SARA rentan menimbulkan gejolak bahkan keributan antar masyarakat.  "Kami akan melapor ke Polda Lampung, karena kita lihat sampai hari ini belum ada titik terang terkait ujaran kebencian Berliana Novel di Polda Metrojaya. Tindakan tegas kepolisian menjadi langkah antisipasi supaya tidak terjadi kembali dikemudian hari," ujarnya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar