#BBM#SPBU#Pertamina

Dua Unit Nozel SPBU Kembahang Kembali Beroperasi

( kata)
Dua Unit Nozel SPBU Kembahang Kembali Beroperasi
Dua unit nozel SPBU Kembahang, Kecamatan Batubrak, Lampung Barat kembali beroperasi, Jumat, 27 Desember 2019. (Foto: Eliyah/Lampost.co)

Liwa (Lampost.co) -- Dua unit nozel SPBU Kembahang, Kecamatan Batubrak, Lampung Barat kembali beroperasi, Jumat, 27 Desember 2019. Hal ini setelah petugas meterologi dari Dinas Koperindagpas memperbaiki dan mentera ulang alat tersebut.

"Setelah disegel sejak tanggal 17 lalu, 2 unit nozel SPBU Kembahang kini sudah bisa dioperasikan kembali karena sudah ditera ulang yang hasilnya sudah sesuai ketentuan," kata Kabid Perdagangan Dinas Koperindagoas Lambar Sri Hartati mendampingi Kadis Ahmad Hikami.

Dua nozel itu telah ditera ulang yang pelaksanaan pengukuranya didampingi dan disaksikan oleh petugas dari Polres Lambar. Hasilnya dinyatakan bahwa dua unit alat takar minyak itu sudah diperbolehkan untuk melakukan distribusi/ penjualan BBM kembali.

"Sejak hari ini, dua nozel SPBU Kembahang sudah diperbolehkan untuk dioperasikan kembali setelah ditera ulang," tambah Sri.

Tera ulang dua unit nozel SPBU Kembahang itu selain petugas metrologi Dinas Koperindagpas Lambar juga mendatangkan penera ahli dari Badan Metrologi Lampung Selatan Heri Mulyadi.

Sebelumnya, dua nozel SPBU Kembahang yang melayani pembelian pertamax dan pertalit disegel petugas. Pasalnya jumlah takaran minyak yang dikeluarkan kedua nosel itu didapati tidak sesuai ukuran atau melebehi ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal itu diketahui setelah petugas melakukan tera dalam rangka perlindungan konsumen pada 17 Desember lalu.

Kedua nozel itu disegel karena ukuran minyak yang dikeluarkan dalam 20 liter terdapat kekurangan yang melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah. Adapun ambang batas kekurangan takaran yang ditetapkan pemerintah yaitu maksimal 100mm/20 liter.

Sementara hasil pengecekan pihaknya terdapat kekurangan hingga mencapai 130-150mm/20 liter yang terjadi pada dua nosel tersebut.

"Pada nosel 1 yakni terjadi kekurangan hingga mencapai 150mm/20 liter dan 1 nosel lagi kekuranganya mencapai 150mm/20 liter," jelas dia didampingi Kadis Ahmad Hikami.

Heri Mulyadi mengaku jika dilihat dari kondisi mesin, kekurangan takaran hingga melebihi ambang batas itu bukan karena disengaja. Karena kondisinya mesin masih utuh dan tidak berubah. Ini sepertinya adalah karena kotoranya saja.

Karena itu pihak pengelola harus rajin melakukan pembersihan atau perawatan pada pilternya. Perawatan merupakan tanggungjawab pihak pengelolanya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar