#terorisme#radikalisme

Dua Teroris di Poso Ditembak Mati

( kata)
Dua Teroris di Poso Ditembak Mati
Teroris. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Sebanyak dua teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora ditembak mati. Dua orang itu masuk daftar pencarian orang (DPO).

Panglima Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus), Tricakti Mayjen TNI Richard T.H. Tampubolon, mengatakan penembakan terjadi saat Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya menyergap persembunyian MIT di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah (Sulteng). Penyergapan dilakukan pada Minggu, 11 Juli 2021. 

"Petugas menembak mati dua orang, yakni Rukli dan Ahmad Panjang," kata Richard dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Juli 2021. 

Penyergapan dipimpin Lettu (Inf) David Manurung dengan empat anggotanya dari satuan Kopassus. Lokasi markas MIT berada di dalam hutan lebat.

Tim Tricakti mendekati markas kelompok teroris MIT secara senyap dan rahasia. Seluruh anggota tim merayap ke sasaran sejauh 500 meter sejak Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 22.00 WITA hingga penyergapan Minggu, 11 Juli 2021 pukul 03.00 WITA.

Tim mendeteksi lima anggota MIT dalam kondisi istirahat di dalam markas. Setelah dipastikan DPO MIT, Lettu David Manurung memerintahkan membuka tembakan guna melumpuhkan teroris.

Sebanyak dua teroris tewas tertembak. Sementara tiga lainnya melarikan diri ke dalam hutan. Diduga kuat ketiga teroris yang kabur dalam keadaan terluka. "Karena ditemukan bekas ceceran darah di sekitar lokasi," ujarnya. 

Satgas Madago Raya terus mengejar teroris MIT di Poso. Keberadaan teroris itu membuat keamanan di Sulteng terganggu.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar