#persidangan#feeproyek#beritalampung#korupsi

Dua Terdakwa Suap Fee Proyek Lampura Divonis Berbeda

( kata)
Dua Terdakwa Suap Fee Proyek Lampura Divonis Berbeda
Dua terdakwa fee proyek Lampura usai menjalani sidang. Lampost.co/Ahmad Amri

Bandar Lampung (Lampost.co): Dua orang terdakwa kasus suap fee proyek pembangunan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara divonis berbeda dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA, Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis, 27 Febuari 2020.

Ketua Majelis Hakim Novian Saputra dalam amar putusannya mengatakan dua terdakwa penyuap fee proyek Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara dinyatakan bersalah dan meyakinkan.

"Terdakwa Hendra Wijaya Saleh terbukti bersalah dan meyakinkan dijatuhkan hukuman selama dua tahun dan enam bulan penjara, denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara," kata Ketua Majelis Novian.

Sementara terhadap terdakwa Candra Safari Ketua Majelis Hakim menjatuhkan hukuman selama satu tahun dan sepuluh bulan penjara serta denda Rp100 juta subsider tiga bulan penjara.

Putusan terhadap Hendra Wijaya Saleh sama dengan tuntutan jaksa, sementara putusan terhadap Candra Sarafi lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa 2 tahun penjara.

Atas putusan tersebut, terhadap dua terdakwa Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan terdakwa Hendra Wijaya Saleh menyatakan pikir-pikir. Sementara terdakwa Chandra Safari menyatakan terima atas putusan Majelis Hakim.

Terdakwa Candra Safari terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Hendra Wijaya melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kedua terdakwa memberikan suap fee proyek Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara kepada bupati Lampung Utara nonaktif, Agung Ilmu Mangkunegara yang saat ini sedang menjalani proses persidangan terpisah sebagai penerima suap.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar