#korupsi#disdikbud

Dua Terdakwa Korupsi Disidik Lamteng Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Jaksa Banding

( kata)
Dua Terdakwa Korupsi Disidik Lamteng Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Jaksa Banding
Riyanto, saat mendengar pembacaan putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 7 September 2022. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang menjatuhkan vonis terhadap dua terdakwa korupsi anggaran dana Biaya Oprerasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng) Tahun 2019.

Keduanya adalah Erna Susiana (43) sebagai rekanan, dan Riyanto (59) mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lamteng tahun 2019.

Erna Susiana divonis lima tahun penjara serta denda Rp100 juta subsider tiga bulan penjara penjara. Sedangkan Riyanto divonis empat tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider empat bulan penjara.  

Ketua Majelis Hakim, Aria Veronica menyatakan, keduanya terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1).

Baca: Pejabat Disperkim Pesisir Barat Ditahan Diduga Korupsi Pembangunan Jembatan

 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Erna Susiana dengan pidana selama lima tahun penjara," ujar Ketua Majelis Hakim, Aria Veronica, Rabu, 7 September 2022.

Erna juga divonis membayar uang pengganti Rp4.594.006.672. Jika tak membayarnya selama satu bulan setelah inchrat, maka harta bendanya akan disita. Bila tidak membayar diganti dengan pidana penjara dua tahun.

Sementara Riyanto divonis membayar uang pengganti Rp50 juta atau pidana penjara satu tahun.

Hal yang memberatkan atas vonis keduanya terdakwa adalah menghambat program pemerintah atas pemberantasan korupsi, serta belum sama sekali memulangkan kerugian negara.

"Hal yang meringankan berlaku sopan di persidangan dan belum pernah dihukum," katanya.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU) Fariz Afify, yakni berupa enam tahun penjara. Atas putusan tersebut, JPU menyatakan banding. Sementara terdakwa memilih pikir-pikir sebelum menentukan sikap menyatakan banding atau menerima putusan.

"Banding, yang mulia," kata jaksa. 

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar