#kriminal#pencurian

Dua Tahun DPO, Pelaku Penipuan Sepeda Motor Diringkus Polisi

( kata)
Dua Tahun DPO, Pelaku Penipuan Sepeda Motor Diringkus Polisi
DPO pelaku diduga penggelapan satu unit sepeda motor di Way Kanan diringkus. (Foto:Dpk.Polres WayKanan)


Way Kanan (Lampost.co)--Tim Tekab 308 Polres Way Kanan meringkus DPO pelaku diduga penipuan dan atau penggelapan satu unit sepeda motor di wilayah Kabupaten Way Kanan.

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna melalui Kasat Reskrim AKP Andre Try Putra, dikonfirmasi, Minggu 24 April 2022, mengatakan kronologis kejadian terjadi pada hari Selasa, 31 Maret 2020 pukul 12:30 WIB dirumah korban  Saptini di Kampung Umpu Bakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan.

Saat itu, datang seorang laki-laki tak dikenal bertamu ke rumah korban ingin meminjam sepeda motor untuk menuju ke Gang Sudar yang menjanjikan akan meninggalkan sebuah mobil di rumah korban.

Awalnya korban menolak permintaan tersangka, namun karena memaksa masuk kedalam rumah sehingga pada akhirnya korban memberikan kunci 1 unit sepeda motor Honda dengan No Pol : B 4388 NEE.

Selanjutnya pelaku tersebut membawa motor namun mobil pelaku pun ikut dibawa pergi. Korban baru menyadari beberapa waktu kemudian bahwa sepeda motornya telah dibawa kabur oleh orang tak dikenal. Atas kejadian itu, korban datang ke Polres Way Kanan dan melaporkannya guna diproses lebih lanjut.

Sementara itu, untuk kronologis penangkapan pelaku, terjadi pada hari Jumat, 22 April 2022 pukul 22:30 WIB, Tekab 308 Satreskrim Polres Way Kanan mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku di Desa Ibul Jaya Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara.

Petugas yang memperoleh informasi bergerak menuju ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa ada perlawanan. "Tersangka berinisial DL (27) berdomisili di Desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara," jelasnya.

Selanjutnya pelaku langsung dibawa ke Polres Way Kanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna  mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan kurungan penjara maksimal 4 tahun, tegasnya.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar