#narkoba#bandarnarkoba#persidangan

Dua Saksi Dihadirkan Jaksa di Persidangan Kasus Narkoba Sabu dan Ganja 400 Kg

( kata)
Dua Saksi Dihadirkan Jaksa di Persidangan Kasus Narkoba Sabu dan Ganja 400 Kg
Foto: Lampost.co/Febi Herumanika

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Bandar narkotika jenis sabu-sabu sekaligus narapidana kasus narkoba jenis ganja sebanyak 400 kg dengan hukuman 20 tahun penjara dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (25/6/2019). Terdakwa atas nama Sepriadi Darmawan.

Jaksa penuntut umum Desti Listiana Sari di persidangan menghadirkan dua orang saksi yang juga terdakwa dalam kasus yang sama yakni Cut Salmina Anggraini dan Chairul Anwar.

Di depan Majelis Hakim Yus Enidar, saksi Cut mengakui bahwa dirinya diminta oleh terdakwa Sepriadi Darmawan untuk mencarikan narkoba untuk di kirimkan ke Lampung. "Sejak tiga tahun yang lalu dia (terdakwa) meminta saya untuk dicarikan sabu. Tapi saya tidak mau, dia ini kawan mantan suami saya. Karena butuh duit saya mau kemarin," katanya.

Cut mengakui bahwa ia mendapatkan sabu dari Brahed (DPO) yang berada di Batam. Atas perintah terdakwa, ia kemudian berangkat ke Medan. Setelah itu menuju ke Batam dan bertemu dengan Brahed untuk mengambil paket sabu. 

Hakim kemudian menanyakan seperti apa cara menyelundupkan sabu hingga bisa lolos dalam pemeriksaan di Bandara saat terbang ke Lampung. Saksi lantas menjawab jika barang haram tersebut dia letakkan dibawah payudaranya. 

Mendapat pengakuan itu, Yus Enidar lantas geram dan mengatakan jika di luar negeri pemeriksaan yang dilakukan petugas bandara sangatlah ketat ada ruang khusus yang dijadikan tempat pemeriksaan. Sementara di Indonesia barang haram tersebut dengan mudah lolos dari satu tempat ketempat yang lain melalui penerbangan. "Gimana nggak rusak anak cucu negeri ini gara-gara narkoba. Dalam pemeriksaan di bandara saja bisa lolos. Kalau di Eropa sana ada ruangan tempat pemeriksaan jadi tidak bakal bisa lolos," katanya.

Febi Herumanika

Berita Terkait

Komentar