#gelombangtinggi#beritalamsel#peristiwa

Dua Rumah di Bunut Selatan Ambruk Diterjang Ombak

( kata)
Dua Rumah di Bunut Selatan Ambruk Diterjang Ombak
Kondisi rumah warga di Dusun Bunut Selatan, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, ambruk setelah diterjang ombak besar pada Kamis (11/6/2020) malam. Dok/Warga


Kalianda (Lampost.co): Dua rumah warga di Dusun Bunut Selatan, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, ambruk setelah diterjang ombak. Rumah yang berada tepat dibibir pantai timur tersebut rata dengan tanah akibat cuaca buruk yang melanda wilayah setempat dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, kedua rumah yang ambruk itu milik Siswoyo (35) dan Wafi (61). Kedua rumah itu miliki dinding yang terbuat dari GRC atau papan semen (papan fiber). 

Kepala Dusun Bunut Selatan Komar mengatakan ombak yang menerjang kedua rumah milik warganya itu bermula pada Rabu (10 Juni 2020) malam. Dimana, saat itu hanya beberapa bagian rumah rusak setelah diterjang ombak

"Namun, pada Kamis (11 Juni 2020) malam gelombang tinggi datang kembali hingga meratakan kedua rumah. Beruntung pemilik rumah dapat menyelamatkan diri dari peristiwa tersebut," kata dia, Jumat, 12 Juni 2020.

Dia mengatakan rumah milik Siwoyo yang diterjang ombak tersebut memiliki ukuran 4x6 meter dan rumah milik Wafi berukuran 4x3 meter. Kini pemilik rumah masih mengungsi ditempat sanak familinya. 

"Gelombang tinggi atau ombak datang pada malam hari beriringan dengan banjir rob. Kalau ombak besar itu datang sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Tapi, kalau banjir rob ba'da maghrib sudah mulai datang," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Desa Bandaragung, Samsul Anwar, mengatakan pihaknya telah mengusulkan bantuan ke Dinas Sosial Lamsel terkait ambruknya kedua rumah warganya tersebut. Dia memperkirakan korban alami kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah. 

"Ya, memang dua malam ini ombak besar melanda pesisir pantai timur. Akibatnya, dua rumah warga kami rusak diterjang ombak mencapai ketinggian 3-4 meter. Kami perkirakan korban alami kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar