#Kemarau#Kekeringan#AirBersih

Dua RT di Penengahan Krisis Air Bersih

( kata)
Dua RT di Penengahan Krisis Air Bersih
Warga Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, alami krisis air bersih selama musim kemarau. (Foto: Deta citrawan/Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampung.co) -- Dampak kemarau penjang masih dirasakan di sebagian warga Bandar Lampung, Di Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton, warga mengaku kesulitan air bersih sejak beberapa bulan ini.

Satu-satunya sumber air bersih milik warga dipuncak kemarau panjang ini mengering. Dan kini warga harus rela membeli air bersih dari penjual air galon keliling, bahkan meminta kepada warga lain yang memiliki sumur bor.

Uum Nurrohmah, warga RT 3, Kelurahan Penengahan mengatakan, warga setempat mengalami krisis air bersih sejak dua bulan terakhir ini. Untuk memenuhi kebutuhan, saat ini warga mendapatkan bantuan air bersih dari Pemerintah Kota.

"Sudah dua bulan lebih, selama ini dapet kiriman air dari bapak Herman HN. Kami juga minta sama tetangga. Ada tetangga yang masih ada air lebih, alhamdulillah masih ada yang ngasih," ujarnya, Rabu, Oktober 2019.

Uum juga menjelaskan, selain mendapatkan air bersih dari warga lainnya. Untuk warga yang kesulitan air bersih,  biasanya membeli air galon, dengan estimasi per galon harganya dikisarab Rp4 ribu.

"Beli air galon juga, sehari bisa 3 galon, per galon harganya Rp4 ribu. Tiga galon itu ya cuma cukup buat sehari untuk minum, masak, keperluan sehari-hari," kata dia.

Sebelum musim kemarau, warga menggunakan air bersih dari sumur umum. Selain itu juga, ia dan warga sekitar berharap akan ada bantuan lainnya dari Pemkot seperti sumur bor. "Pengennya selama susah air ini ada bantuan itu aja, warga sini kepengennya minta sumur bor," harapnya.

Sementara itu, Lurah Penengahan Irfan Saputra menjelaskan, terdapat dua RT yang merasakan dampak kesulitan air bersih selama musim kemarau ini yaitu RT 3 dan RT 8.

"Begitu saya cek ke lapangan kemudian saya usulkan ke BPBD dan seminggu dikirim air bersih 4 kali, hari Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu. Rt 3 ada 7 Rumah, di RT 8 lebih banyak lagi ada sampai 15 rumah," jelasnya Irfan.

Beruntung, selama musim kemarau ini warga memperoleh air bersih dari pemerintah kota, melalui BPBD. Dirinya menyatakan jika nantinya akan ada bantuan sumur bor,  dirinya siap menyediakan lahan.

"Tapi alhamdulillah selama kekeringan ini dibantu oleh pak herman lewat BPBD, Kalau ada bantuan sumur bor ya kita ada lahannya," pungkasnya. 

Deta Citrawan



Berita Terkait



Komentar