#beritalampung#beritalambar#hukum

Dua Perkara Tindak Pidana Diselesaikan Secara Restorative Justice di Polres Lambar

( kata)
Dua Perkara Tindak Pidana Diselesaikan Secara Restorative Justice di Polres Lambar
Dua perkara penganiayaan diselesaikan secara restorative justice di Polres Lambar, Selasa, 22 November 2022. Dok/Polres Lambar


Liwa (Lampost.co): Dua perkara tindak pidana di Lampung Barat diselesaikan secara restorative justice di Polres Lampung Barat, Selasa, 22 November 2022.

Penyelesaian dua perkara tindak pidana penganiayaan antara kedua belah pihak yaitu korban dan pelaku itu difasilitasi oleh Polres Lampung Barat di aula Rupatama Polres setempat yang dipimpin oleh Wakapolres Lampung Barat Kompol Robi B Wicaksono didampingi oleh Kaurbinops Sat Reskrim Ipda Joni, Kasi propam, Kasikum, dan Kasiwas.

Wakapolres Robi B Wicaksono selaku pimpinan gelar perkara menyampaikan penyelesaian restorative justice ini melibatkan korban, pelaku, keluarga pelaku, dan keluarga korban serta pihak yang terkait yang kemudian bersama-sama melaksanakan penyelesaian dengan adil yang menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula.

Baca juga:  Dua Tersangka Penyerangan di PT GAJ Positif Amfetamin

"Dua perkara tindak pidana dengan penyelesaian dilakukan melalui restorative justice ini adalah tentang tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama atau pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP," kata Robi.

Adapun tempat kejadian perkara penganiayaan itu yakni terjadi di Pekon Serungkuk, Kecamatan Sekincau, Lampung Barat beberapa waktu lalu. Pelaku perkara tindak pidana penganiayaan tersebut adalah David Nelson dan Aldi Prayuda. Sementara korbanya adalah Ahmad Variszal Arya.

Perkara lainnya yang diselesaikan secara restorative justice itu yakni perkara Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan yang dilakukan oleh Marto dengan korbanya adalah Istiawan. Adapun tempat kejadian perkara tersebut yaitu terjadi di Pekon Bedudu Kecamatan Belalau, Lampung Barat beberapa minggu lalu.

Robi mengatakan jika kedua perkara ini sudah memenuhi persyaratan materil maupun formil untuk dilakukan penyelesaian secara restorative justice. 

"Penyelesaiannya juga telah sesuai standar operasional prosedur sebagaimana ketentuan dalam peraturan Polri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restorative," pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar