novelbaswedan

Dua Penyerang Novel Baswedan akan Bacakan Nota Pembelaan

( kata)
Dua Penyerang Novel Baswedan akan Bacakan Nota Pembelaan
MI/ANDRI WIDIYANTO Tersangka kasus penyiraman penyidik senior KPK Novel Baswedan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (19/3). Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/320699-sidang-pledoi-akan-dihadiri-dua-penyera


Jakarta (Lampost.co) -- Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette yang merupakan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan menghadiri persidangan untuk membacakan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). 

"Dua terdakwa hadir di persidangan secara fisik," kata Kepala Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Djumyanto saat dikonfirmasi, Senin, 15 Juni 2020.

Persidangan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Perkara nomor 371/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr atas nama terdakwa Ronny dan 371/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr dengan terdakwa Rahmat rencananya akan dihelat pukul 14.00 WIB.

Selama persidangan pembuktian dengan menghadirkan saksi-saksi, kedua terdakwa tidak pernah dihadirkan di muka persidangan. Ronny dan Rahmat dihadirkan melalui virtual guna penerapan protokol kesehatan virus korona (covid-19).

Perkara penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan berpolemik. Alih-alih memberikan tuntutan berat, jaksa hanya meminta majelis hakim menghukum ringan dua penyerang Novel.

Drama panjang proses hukum penyiraman air keras Novel dari perburuan hingga persidangan menjadi perhatian. Namun, tuntutan jaksa ini membuat proses hukum yang panjang dituding sekadar sandiwara. JPU menuntut Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette hukuman satu tahun penjara.

Keduanya dianggap melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kedua terdakwa dinilai terbukti menganiaya secara terencana dan mengakibatkan luka-luka berat. Namun, tuntutan ringan diberikan lantaran JPU menanggap terdakwa merasa bersalah atas perbuatannya.

JPU menilai keduanya hanya berniat memberi pelajaran kepada Novel dengan menyiram air keras. Tuntutan Jaksa ini membuat Novel dan kuasa hukumnya berang. Tuntutan dan alasan JPU juga menuai beragam komentar dan kritikan pedas. 

Media Indonesia







Berita Terkait



Komentar