#narkoba#ganja#sabu

Dua Pengedar Sabu di Pringsewu Dibekuk

( kata)
Dua Pengedar Sabu di Pringsewu Dibekuk
Dua tersangka pengedar narkotika jenis sabu ditangkap Resnarkoba, satu pelaku masih di bawah umur. Dok Polres.


Pringsewu (Lampost.co) -- Satnarkoba Polres Pringsewu menangkap dua penyalahguna narkotika jenis sabu berinisial A (17), warga kecamatan Pugung, Tanggamus; dan WPC (24), warga Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu.

Kasat Narkoba Iptu Khairul Yassin Ariga menyatakan, pengungkapan kasus sabu berawal dari informasi masyarakat tentang akan adanya transaksi sabu di areal Pasar Terminal Pringsewu. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda pada Kamis, 30 September 2021.

"Berdasarkan informasi tersebut kemudian Polisi langsung merespon dengan melakukan serangkaian upaya penyelidikan dan berhasil mengamankan salah seorang pelaku berinisial WCP," ungkapnya, Sabtu 2 Oktober 2021.

Kasat menjelaskan polisi tidak berhenti pada tersangka WPC, sebab dari hasil interogasi WPC berperan sebagai kurir untuk mengambil paket sabu di terminal Pringsewu. 

"Pada saat dilakukan penggeledahan di saku celana WCP didapatkan barang bukti berupa 1 buah plastik klip berisi kristal bening yang diduga sabu seberat 0.30 gram," ungkapnya.

Dia menjelaskan dari hasil pemeriksaan WCP mengaku sabu yang didapat adalah miliknya dan baru dibeli dari seorang warga kecamatan Pugung Tanggamus berinisial A.

Berbekal informasi tersebut, tim melakukan pengembangan dengan metode undercover buy. "Pelaku A yang diduga berperan sebagai pengedar berhasil kami amankan di ruas jalan Simpang Tangkit Kecamatan Pugung-Tanggamus saat transaksi jual beli dengan anggota kami yang menyamar," tambahnya.

Menurutnya selain mengamankan tersangka A polisi juga mendapatkan barang bukti berupa 4 buah plastik klip yang berisi 1,51 gram narkotika jenis sabu yang disimpan dikantong celana.

"Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Namun karena salah satu pelaku masih tergolong anak dibawah umur maka proses peradilan tetap mengacu pada UU No 11 tahun 2021 teng sistem peradilan pidana anak," pungkasnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar