#pencurian

Dua Pencuri Mesin Pompa Air Milik Kelompok Tani di Lamtim Dibekuk

( kata)
Dua Pencuri Mesin Pompa Air Milik Kelompok Tani di Lamtim Dibekuk
Mesin pompa air milik kelompok tani diamankan sebagai barang bukti di Mapolres Lamtim. Djoni Hartawan


Sukadana (Lampost.co) -- Tekab 308 Polres Lampung Timur menangkap HW (43) dan IN (18). Warga Desa Purbosembodo, Kecamatan Metro Kibang, tersebut diringkus petugas karena diduga mencuri mesin pompa air milik kelompok tani desa setempat.

Kasat Reskrim AKP Ferdiansyah, mendampingi Kapolres Lamtim AKBP Zaky Alkazar Nasution menjelaskan, tersangka HW dan IN ditangkap pada Selasa, 14 September 2021, malam. Penangkapan bermula dari hilangnya mesin pompa air milik Kelompok Tani Mekarsari, Desa Purbosembodo, Kecamatan Metro Kibang beberapa pekan lalu.

Mesin pompa air yang diletakkan di belakang rumah Ketua Kelompok Tani Mekarsari, Tumiyo, belakangan diketahui telah diambil oleh HW bersama IN. Setelah diambil mesin tersebut kemudian dititipkan kepada DW, warga Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Lamsel.

"Mesin tersebut dititipkan tersangka HW dengan maksud untuk membayar hutangnya kepada DW sejumlah Rp1,95 juta," kata dia, Rabu, 15 September 2021.

Namun karena curiga, DW kemudian berkoordinasi dengan Pamong Desa Purbosembodo, Kecamatan Metro Kibang, mengenai mesin yang dititipkan HW kepadanya.

Setelah ditelusuri ternyata mesin pompa air tersebut milik Kelompok Tani Mekarsari yang beberapa hari sebelumnya raib dicuri. Selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan Pamong Desa Purbosembodo ke Polisi.

Berdasarkan laporan dimaksud, petugas kemudian bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya dapat meringkus tersangka HW dan IN di rumahnya masing-masing, pada Selasa, 14 September 2021, malam.

“Tersangka berikut barang bukti sudah kami amankan di Mapolres Lamtim untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” kata AKP Ferdiansyah.

Sementara tersangka HW saat ditemui di Mapolres Lamtim mengatakan, dia mencuri mesin pompa air tersebut selain untuk melunasi hutangnya juga karena kesal kepada Ketua Kelompok Tani Mekarsari, Tumiyo.

Pelaku kesal lantaran setiap kelompok tani mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk dibagikan kepada petani, dirinya mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan.

“Karena kesal maka saya ajak IN ambil mesin pompa air itu, sekaligus saya titipkan ke DW untuk melunasi hutang saya,” kata HW.

Winarko







Berita Terkait



Komentar