#pencurian#kriminal#beritalamsel

Dua Pencuri dan Satu Penadah asal Natar Diamankan Polisi

( kata)
Dua Pencuri dan Satu Penadah asal Natar Diamankan Polisi
Kapolsek Kedaton Kompol M Daud menunjukkan barang bukti hasil curian. Lampost.co/Febi Herumanika

Kalianda (Lampost.co): Dua tersangka kasus pencurian dengan pemberatan diamankan satuan Reserse Kriminal Polsek Kedaton, Minggu, 23 Februari 2020. Keduanya yakni Hendi (24) dan Febri (30) warga Merakbatin, Kecamatan Natar Lampung Selatan.

Selain dua tersangka, polisi juga mengamankan satu tersangka lainya merupakan penadah barang hasil curian atas nama Difta (29) warga Merakbatin.

Difta di Mapolsek Kedaton, Selasa, 25 Februari 2020 mengatakan baru pertama kali membeli barang hasil curian. Kedua tersangka, kata dia, datang ke kediamannya hendak menjual ponsel dengan harga murah.

"Harganya murah, ya saya mau belinya," kata Difta.

Rencananya, kata Difta, laptop dan ponsel yang dia beli bakal digunakan sendiri, mengingat ponsel miliknya dalam keadaan rusak.

"HP nya saya beli Rp450 ribu. Bukan untuk jual lagi, mau saya pakai sendiri," kata dia.

Pelaku lainya Hendi mengatakan awalnya ia dan Febri tak ada niat masuk rumah korban di Jalan Bumi Teliyu, Kelurahan Labuanratu. Mereka hanya iseng keliling kompleks sampai akhirnya bertemu jalan buntu. Saat hendak mencari jalan pulang, Hendi melihat pintu rumah korban terbuka.

Kesempatan inilah yang membuat Hendi masuk ke dalam rumah dan mengambil barang berharga milik korban yang diketahui bernama Yusril (20).

"Pintunya enggak ke kunci. Saya lihat, saya masuk yang punya rumah lagi tidur, Febri nunggu diluar. Gak lama Febri ikut masuk juga bawa laptop sama HP," kata Hendi.

Dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian Rp9 juta setelah dompet, satu unit jam tangan merek vosil warna gold, laptop merek Lenovo, ponsel Oppo A83 dan Realme 3 digondol pelaku.

Kapolsek Kedaton Kompol M Daud mengatakan aksi kedua tersangka terbilang nekat. Meski rumah ada pemiliknya, namun tak menyurutkan nian jahatnya.

"Setelah dilakukan penyelidikan, kedua tersangka dan satu penadah berhasil diamankan. Kami masih mendalami kasus ini, karena berdasarkan laporan polisi sudah lima kali kejadian yang sama," kata Kapolsek.

Kapolsek mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur barang yang dijual dengan harga murah. Karena barang yang dijual dibawah harga normal bisa diindikasikan hasil curian.

"Di pasar gelap barang ini cepat laku. Jadi waspada membeli barang murah, biasanya dijual online dengan sistem COD," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar