#sabu

Dua Pemuda Diringkus Polsek Pugung Usai Transaksi Sabu

( kata)
Dua Pemuda Diringkus Polsek Pugung Usai Transaksi Sabu
Kapolsek Pugung menunjukkan dua pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu.Dok. Polsek

Kotaagung (Lampost.co) -- Dua pelaku penyalahgunaan narkoba dibekuk jajaran Polsek Pugung Polres Tanggamus saat melintasi jalan baru Pekon Rantautijang, Pugung. Kedua tersangka berisinial BP (29) dan MA (27).

Penangkapan kedua pelaku atas kecurigaan petugas kepolisian saat sedang menggelar patroli sore. Petugas mendapatkan barang bukti berupa 1 klip plastik berisi kristal bening diduga sabu yang sebelumnya dibuang salah satu pelaku saat proses penangkapan.

Terungkap, BP, warga Bandar Lampung, dan menyewa rumah di Pringsewu. Sedangkan MA, warga Gunungsakti, Kecamatan Menggala, Tulangbawang.

Menurut Kapolsek Pugung Polres Tanggamus Ipda Okta Devi penangkapan para pelaku berawal dari informasi masyarakat wilayah Dusun Cilancar, Pekon Rantautijang, kerap menjadi lokasi transaksi narkoba. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan di kawasan tersebut dengan melaksanakan patroli.

"Kemudian pada Sabtu, 21 Maret 2020, pukul 18.00 wib, kedua pelaku melintas dengan gerak yang mencurigakan. Petugas lalu melakukan pengejaran terhadap keduanya," kata dia mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Minggu, 22 Maret 2020.

Salah satu pelaku yang membonceng berusaha membuang sabu yang ada di tangannya. Namun, hal ini diketahui petugas sehingga barang bukti ini dapat ditemukan. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya berupa 1 unit ponsel dan sepeda motor Honda Vario warna putih BE-3266-TR.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka mendapatkan barang terlarang ini dari wilayah Pugung. "Kami masih menyelidiki penyuplainya karena transaksi berlangsung di atas jalan raya," ujarnya.

Kedua tersangka berikut barang bukti dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, kedua pelaku dapat dijerat Pasal 112 junto 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar