#sabu#narkoba

Dua Pemuda Diciduk saat Asyik Pesta Sabu

( kata)
Dua Pemuda Diciduk saat Asyik Pesta Sabu
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Kotabumi (Lampost.co) -- Dua pengguna sabu diciduk petugas Satuan Narkoba Polres Lampung Utara saat sedang asyik menggunakan barang haram tersebut. Selain kedua pemakai, petugas juga mengamankan seorang pengedar.

Dari penangkapan ketiganya pada Selasa, 24 Desember 2019, petugas menyita barang bukti satu paket sabu seharga Rp600 ribu, pirek kaca,  korek api gas, plastik klip sisa pakai, ponsel, dan alat timbang eletrik serta alat isap (bong).

Kedua pemakai, yakni Edi Wijaya (37), warga Desa Sukamaju, Kecamatan Abung Selatan, dan Zulhendri (38), warga Desa Keagungan Raya Simpang Propau, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara. Sedangkan pengedar yang diamankan adalah Rudi Raharja (34), warga Desa Jagang, Blambanganpagar.

Kasat Narkoba Polres Lampung Utara Iptu Aris Satrio mewakili Kapolres AKBP Budiman kepada Lampost.co, Rabu, 25 Desember 2019, mengatakan penangkapan pertama dilakukan terhadap dua pemakai, Edi dan Zulhendri, saat berada di sebuah rumah kosong depan Pondok Pesantren Wali Songo Desa Sukamaju, Kecamatan Abung selatan, Selasa, 24 Desember 2019, sekitar pukul 21.00.

"Pada saat ditangkap kedua orang tersebut sedang asyik memakai narkoba jenis sabu dengan barang bukti 1 (satu) buah alat isap sabu (bong) dan 1 (satu) buah pirek kaca. Kemudian 2 (dua) buah korek api gas, 2 (dua) buah plastik klip sisa pakai, dan 3 (tiga) buah ponsel," ujarnya.

Setelah dikembangkan, kedua tersangka mengakui barang tersebut didapat dari temannya, Rudi Raharja, yang tinggal di Desa Jagang, Kecamatan Blambanganpagar. Petugas pun langsung meringkus tersangka Rudi yang sedang duduk nongkrong di depan warung pecel tidak jauh dari rumah tersangka.

"Dari tangan tersangka Rudi petugas mengamankan satu paket sabu-sabu seharga Rp600 ribu dan sebuah alat  timbangan digital serta tiga buah pipet plastik sisa pakai," ujarnya.

Ketiga tersangka berikut barang bukti sudah diamankan di Polres Lampung Utara untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar