#lakalantas#beritabandarlampung

Dua Pemotor Minta Iktikad Baik Pelaku Tabrak Lari

( kata)
Dua Pemotor Minta Iktikad Baik Pelaku Tabrak Lari
Teri, korban tabrak lari saat memperlihatkan kerusakan motornya. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co): Sebuah video pengejaran mobil oleh pengendara sepeda motor beredar melalui pesan WhatsApp. Video itu diambil oleh Tomi, warga Segalamider, Bandar Lampung yang mengejar mobil pelaku tabrak lari dari Jalan Pagaralam hingga ke Natar, Lampung Selatan. 

Tomi mengatakan mobil pelaku tabrak lari itu bernomor polisi B-1703-BRG dikendarai oleh seorang laki-laki berkaca mata. Meski sudah dikejar dan diteriaki, sopir justru tancap gas.

"Ciri-ciri mobil lainnya ada tulisan tempoyax, jenis Grand Livina. Pas dikejar dia ngebut kabur ke arah Natar," katanya, Kamis, 7 Juli 2022.

Mobil berwarna silver itu, kata Tomi, tak hanya melakukan tabrak lari di satu lokasi. Selain di Jalan Pagar Alam, Kelurahan Segalamider, Tanjungkarang Barat, juga menbrak pengendara motor lainnya di sekitar Palapa. 

Baca juga: Perempuan yang Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar Indekos Sempat Ribut dengan Teman Prianya

"Jadi setelah nabrak di depan Toko Shinta, dikejar-kejar sampai Palapa nabrak orang lagi. Akhirnya pas sampai jalan lintas, mobil nggak ke kejar," kata dia. 

Sementara itu, salah satu korban tabrak lari di Jalan Pagaralam, Teri Yusuf Abillah menjelaskan kronologi tabrak lari yang dialaminya. Tubuhnya sempat terjatuh dan terpental sejauh lima meter. 

"Saya lihat ke spion ada mobil di belakang, saya sudah hidupkan lampu sen tapi dari belakang dihantam. Setelah itu mobil kabur," katanya. 

Akibat peristiwa tersebut, Teri menderita kerugian materil karena motor yang ia kendarai mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, Ia merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya. 

"Motor saya rusak, ada pecah di bagian mesin dan bodi bagian depan. Tapi alhamdulillah nggak ada luka, cuma sakit di pinggang, tangan, dan kaki," katanya. 

Selanjutnya, Teri berharap adanya iktikad baik dari sang pengendara untuk bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi. 

"Kami tunggu niat baiknya untuk minta maaf, kalau tidak ada ya bisa jadi kami buat laporan polisi," ujarnya.

Adi Sunaryo






Berita Terkait



Komentar