#polri #videoporno #gisellaanastasia

Dua Pemilik Akun Penyebar Video Intim Mirip Gisel Jadi Tersangka

( kata)
Dua Pemilik Akun Penyebar Video Intim Mirip Gisel Jadi Tersangka
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Polisi telah menetapkan dua tersangka penyebaran video syur mirip artis Gisella Anastasia, yakni PP dan MM, keduanya sudah menjadi penghuni tahanan di Polda Metro Jaya.

"Dua-duanya diperiksa sampai tadi malam," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 13 November 2020.

Menurut dia, PP dan MM pemilik akun penyebar video porno itu. Keduanya mula-mula diperiksa sebagai saksi, kemudian dijadikan tersangka setelah terbukti menyebarkan video tak senonoh tersebut.

"Dua orang ini kita cek, profiling, secara masif. Kita periksa dan setelah memenuhi unsur pasal ditetapkan tersangka," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

Berita terkait: Dua Penyebar Video Syur Mirip Gisel Ditangkap

Yusri mengaku penyidik tidak begitu saja menyelesaikan penyelidikan. Ada tiga pemilik akun lagi yang diselisik polisi dari laporan yang masuk pada Minggu, 8 November 2020. "Kami masih melakukan penyelidikan-penyelidikan terhadap pelaku lain," katanya.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 27 Ayat (1) juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Mereka juga dijerat Pasal 4 juncto Pasal 29, Pasal 8 juncto Pasal 34 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

Jagat dunia maya heboh pada Sabtu, 7 November 2020. Video intim mirip Gisel beredar di internet. Lima akun media sosial sebagai pengunggah video itu dilaporkan ke polisi.

Ini bukan kali pertama Gisel dikaitkan dengan video intim. Pada 2019, peristiwa serupa pernah terjadi. Kala itu, Gisel membantah sebagai pembuat video tak senonoh itu.

Gisel bahkan melapor kasus itu kepada polisi. Namun, belum ada kelanjutan dari pelaporan Gisel yang dibuat sejak Oktober 2019.

Medcom







Berita Terkait



Komentar