#molotov#beritalampung#pembakaranrumah

Dua Pelaku Pembakaran Rumah Pegawai PT Tanjungkarang Terekam CCTV

( kata)
Dua Pelaku Pembakaran Rumah Pegawai PT Tanjungkarang Terekam CCTV
Dua pelaku pembakaran rumah di Perumahan Kedaton Asri terekam CCTV. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Dua pelaku percobaan pembakaran rumah Kasubbag Kepegawaian dan TI Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Aznel Mahendra terekam CCTV.

Dua pelaku berboncengan dengan sepeda motor Honda Beat berwarna merah putih, pengemudi sepeda motor menggunakan helm berwarna kuning dan biru, menggunakan kemeja lengan panjang dan celana panjang berwarna cokelat.

Kemudian, pelaku yang dibonceng tidak memakai helm, menggunakan pakaian serba putih, dan terlihat membawa plastik berwarna merah yang berisi botol berisi bensin yang digunakan untuk membakar rumah Aznel.

Berita terkait:

Bom Molotov Hampir Hanguskan Rumah Pegawai PN Tanjungkarang

PT Tanjungkarang Serahkan Kasus Pelemparan Bom Molotov ke Proses Hukum

Ciri-ciri dari CCTV, sama dengan keterangan saksi, Banjar, yang merupakan security perumahan Kedaton Asri, Gunung Sulah, Way Halim.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi membenarkan ciri-ciri terduga pelaku.

"Iya benar, sesuai dengan rekaman CCTV. Pelaku sementara dua orang, ini masih kita buru. Tim di lapangan masih melakukan pengejaran," katanya.

Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung masih melakukan penyelidikan, terkait percobaan pembakaran rumah Kasubbag Kepegawaian dan TI Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Aznel Mahendra.

"Masih dalam lidik, kita sudah periksa saksi-saksi dan olah TKP. Dari olah TKP sementara ditemukan adanya pecahan botol, bensin, dan satu botol dengan sumbu (belum dibakar)," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi, Kamis, 28 Mei 2020.

Dari pemeriksaan saksi, termasuk saksi korban, sementara diduga ada permasalahan pribadi antara Aznel, dengan salah satu oknum Pegawai di PN Blambangan Umpu, Way Kanan.

Namun Rosef menyebutkan permasalahan ini murni pribadi, bukan terkait permasalahan antar instansi.

"Kesimpulan sementara, ada permasalahan sebelumnya. Permasalahan internal (antarpribadi), bukan ada upaya teror atau intimidasi (lembaga penegak hukum)," kata Alumnus Akpol 2005 itu.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar