#kemerdekaan#HUTRI#paskibraka

Dua Pelajar Lampung Ikut Kibarkan Merah Putih di Istana

( kata)
Dua Pelajar Lampung Ikut Kibarkan Merah Putih di Istana
Foto. Dok Sekretariat Presiden


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo baru saja mengukuhkan 68 pelajar dari berbagai daerah sebagai tim pasukan kibar bendera pusaka (Paskibraka) pada upacara memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-76. Di antara pelajar tersebut, ada dua pelajar asal Lampung yakni Aurel Febrina, dan Ridho Hafidzar Armadhani.

Aurel adalah anak Arjuna Meisa Putra yang merupakan nelayan di Pesisir Tengah, Pesisir Barat. Menurut sang ayah, gadis kelahiran 3 Februari 2006 itu merupakan anak yang rajin belajar dan beribadah.

Ia mengaku sempat kaget ketika diberi kabar sang anak berhasil lolos seleksi sebagai paskibraka di Istana Negara. Hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi keluarga.

"Tidak cuma keluarga, ini juga membanggakan Lampung, khususnya Pesisir Barat," ungkapnya kepada Lampost.co, Jumat, 13 Agustus 2021.

Menurutnya Aurel merupakan anak yang sederhana. Siswi kelas X SMAN 1 Pesisir Tengah itu  tak pernah menuntut apapun dari orang tua, bahkan kesehariannya banyak dihabiskan untuk membantu sang ibu mengurus rumah.

"Ia pernah cerita nanti mau ikut Akpol, ya mudah-mudahan bisa terwujud, saya minta doanya kepada semua untuk anak saya," tuturnya.

Sementara Ridho, merupakan siswa SMAN 1 Kalirejo, Lampung Tengah. Menurut Pembina Paskibranya, Ulqiya, siswa kelas X IPS 1 itu merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara.

Remaja kelahiran 22 Januari 2005 itu merupakan anak yang disiplin dan menghargai waktu. Ia selalu berlatih keras bahkan sebelum mengikuti seleksi nasional.

Menurut Ulqiya, Ridho memiliki atitut yang bagus kepada orang yang lebih tua darinya. Hal tersebut yang jarang dimiliki oleh anak-anak seusianya saat ini.

"Kan pintar, rajin juga percuma kalau tidak punya etitut percuma. Ridho kepada temannya yang lebih tua saja dia tidak segan untuk cium tangan," kata dia.

Menurutnya, remaja 16 tahun itu berasal dari keluarga yang sederhana. Sang ibu hanya mengelola warung kelontong di rumah, sedangkan sang ayah memiliki panglong kayu kecil.

Ia berharap lolosnya Ridho dalam Paskibaraka Nasional bisa menjadi contoh bagi siswa lainnya. Sehingga turut memberikan motivasi agar mengejar prestasi dengan tetap menjaga sikap.

"Mudah-mudahan sikap Ridho bisa menjadi contoh bagi siswa lainnya di sekolah, sebagai anak yang disiplin dan memiliki etitut yang baik," ujarnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar