radikalteroris

Dua Orang Terduga Teroris Diamankan di Gadingrejo

( kata)
Dua Orang Terduga Teroris Diamankan di Gadingrejo
Rumah RK terduga teroris.


Pringsewu (Lampost.co) -- Dua orang terduga teroris yang diamankan tim densus 88 dari Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Sabtu, 7 November 2020, dengan inisial RK (30-35) warga Dusun Wonokrio Pekon Wonodadi, menggemparkan warga sekitar.

Penangkapan yang dilakukan sekitar pukul15.30 WIB oleh  sekitar 15 anggota polisi, cukup mengagetkan masyarakat. 

Menurut penjelasan Kepala Dusun setempat Joko Mianto (49), menyatakan awalnya di telpon oleh Babinkamtibmas sekitar pukul 15.30 WIB untuk menyaksikan penggeledahan di rumah RK.

"Saat itu saya masih mengurus keluarga yaitu adiknya yang akan operasi di RS mitra Husada, dan di waktu yang agak bersamaan juga ada warga yang menyatakan banyak polisi di rumah  RK," kata Joko Mianto, di kediamanya, Minggu, 8 November 2020.

Joko menyatakan ternyata benar setibanya di rumah RK sudah ada sekitar 15 anggota polisi ada yang berpakaian lengkap dan ada yang berpakaian biasa. "Saat itulah saya bersama ibu dan adik RK untuk menjadi saksi penggeledahan," ungkapnya.

Joko menyatakan memang ada sejumlah barang yang di amankan oleh tim densus 88 antibteror:  satu buah lap top, 5 buah hand phone berbagai merk, 8 flashdisk, buku tabungan BCA, serta buku bacaan. Mesipun menjadi saksi penggeledahan Joko mengaku tidak bertemu dengan RK, namun hanya ada istri dan anaknya.

Berdasarkan pengakuan Joko, RK selama ini tidak menunjukan hal hal aneh, artinya dia bergaul dengan warga sekitar biasa-biasa saja. Bahkan kata dia RK justru terlihat rajin solat lima waktu di masjid dan orangnya juga ramah dalam bergaul. "Jadi peristiwa penangkapan RK sungguh sagat mengagetkan saya dan warga," ungkapnya.

Selain RK tim densus juga mengamankan satu lagi terduga teroris berinisial IN warga RT 2, RW IV, Pekon Gadingrejo Induk, Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

Kepala Dusun setempat Tugisar (43) mengaku sangat kaget dengan informasi penangkapan warganya. 

Tugisar menyatakan baru tahu ada warganya yang di amakan tom densus 88 justru dapat kabar setelah magrib dan saya langsung ke lokasi untuk mencari kebenarannya," ungkapnya.

"Saat penangkapan informasinya memang akses jalan di portal sehingga tidak ada warga yang bisa masuk ke lokasi," kata kadus.

Dia menjelaskan IN merupakan pengusaha konveksi dan jumlah karyawannya cukup banyak sekitar 100 orang. 

Warga setempat yang enggan menyebutkan namnya mengaku selama ini IN dikenal baik ramah dan rajin ibadah. "Kehidupannya sehari hari cukup aktif dalam kegiatan keagamaan," ungkapnya.

Menurut dia, IN diamankan di rumahnya setelah ashar.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar