#Narkoba#Lampung

Dua Napi Lapas Kalianda Kendalikan Pengiriman 52 Kg Ganja lewat Ponsel

( kata)
Dua Napi Lapas Kalianda Kendalikan Pengiriman 52 Kg Ganja lewat Ponsel
BNNP Lampung menunjukkan barang bukti ganja seberat 52 Kilogram, Kamis, 26 Agustus 2021. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menangkap dua kurir, dua bandar, sekaligus menggagalkan pengiriman 52 kilogram ganja yang dikemas dalam 50 bungkus paket.

Kedua kurir yang ditangkap adalah Fajarudin (36) dan Arif Mustakim (22), warga Banten. Sementara Heri Paruntungan (26) dan Irwan Sitompul (40) adalah bandar yang mengendalikan ganja dari balik jeruji besi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel).

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Edi Swasono mengatakan, penangkapan dua kurir narkoba tersebut dilakukan di pelataran pakir Rest Area KM 174 Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Pematang Panggang-Kayu Agung, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupanten Tulangbawang Barat.

"Saat dilakukan penggeledahan terhadap mobil bernomor polisi A 1171 VB yang dikendarai tersangka, ditemukan ganja sebanyak 50 bungkus besar yang disembunyikan di dalam dinding bagian dalam bodi kendaraan," kata dia, Kamis, 26 Agustus 2021.

Baca: Terpidana Mati Perdagangan Narkoba di Dalam Lapas Bandar Lampung Kembali Dituntut 19 Tahun Penjara

 

Dari pengakuan keduanya, mereka diupah Rp50 juta jika berhasil mengantarkan ganja tersebut ke Jakarta. Mereka berangkat dari Lampung menuju Binjai, Sumatra Utara.

"Menurut keterangan salah satu dari mereka, barang tersebut dikendalikan oleh dua narapidana Lapas Kalianda. Ditemukan juga dua ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi," katanya.

BNNP masih mengembangkan perkara tersebut mengendus potensi dan peran pelaku lain, termasuk oknum sipir.

"Tidak putus di sini. Kami pakai sciencetific crime identification," katanya.

Mereka yang tertangkap dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar