#UTI#dropoutUTI

Dua Mahasiswa DO UTI Minta PTUN Batalkan Sanksi Kampus

( kata)
Dua Mahasiswa DO UTI Minta PTUN Batalkan Sanksi Kampus
Mahasiswa menghadiri sidang saksi. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dua mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) yang terkena sanksi drop out (DO), meminta Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandar Lampung mengabulkan gugatannya atas sanksi yang diberikan kampus.

Hal itu diungkapkan Fatus (22) dan Iqbal (22) dalam kesaksiannya di persidangan PTUN, Rabu, 1 September 2021. 

Fatus mengatakan sebagai penggugat dia memberikan keterangan yang sejujurnya. Dia menilai DO bukan jalan terbaik karena aktifitas yang dilakukannya tidak menggangu kampus.

"Pada saat itu, pemilik rumah juga mengizinkan kami nongkrong dan istirahat. Lagi pula itu diluar lingkungan kampus," kata Fatus.

Senada, Iqbal mengatakan tempat tersebut digunakan teman-teman daru prodi Teknik Sipil UTI sebagai tempat belajar, berbagi pengetahuan dan mengerjakan tugas dan bukan hanya sekedar nongkrong dan bercanda.

"Kami tidak pernah diberi surat teguran atau peringatan kampus. Tahu-tahu diberi surat DO lewat WhatsApp dan disuruh ngambil di Kaprodi," katanya.

Atas gugatan itu, dia berharap PTUN mengabulkan gugatan itu, sehingga surat DO bisa dibatalkan atau dicabut pihak kampus dan bisa belajar seperti biasa. Menurutnya, langkah mengeluarkan mahasiswa bukan terbaik.

"Kami sayangkan langkah DO dari kampus, seharusnya ada peringatan dulu dan juga yang menegur kami pihak ketiga, yaitu Babinsa bukan pihak Kampus," katanya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar