#kekerasananak#asusila#pencabulan#beritapringsewu

Dua Korban Kekerasan Seksual Dapat Pendampingan dari LK3 Pringsewu

( kata)
Dua Korban Kekerasan Seksual Dapat Pendampingan dari LK3 Pringsewu
LK3 melakukan pendampingan kasus seksual. Foto: Dok


Pringsewu (Lampost.co): Dua korban pelecehan seksual mendapat pendampingan dari Tim Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Kabupaten Pringsewu. Pendampingan dilakukan di Polsek Pringsewu Kota, sejak Selasa, 13 Oktober 2020.

Adapun dua korban yang mendapatkan pendampingan yakni AS (34) dalam kasus pemerkosaan, warga Kecamatan Ambarawa, dan RA (14) anak dibawah umur warga Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Pringsewu.

Sementara tim pendampingan yang berasal dari LK3 Pringsewu, Sekretaris LK3 Kabupaten Pringsewu Ruly Puji Prasnawam dan Oki sebagai petugas Satuan Bakti Pekerjaan Sosial anak (Sakti Peksos) Pringsewu. 

Kasi Identifikasi dan Penguatan Kapasitas Dinsos Agus Purnomo mewakili Kepala Dinsos Pringsewu, Bambang Suhermanu mengatakan kedatangan Tim LK3 Pringsewu adalah untuk melakukan pendampingan terhadap dua korban kasus pelecehan yang terdiri dari kasus pemerkosaan berinsial AS (34) dan pencabulan anak dibawah umur berinsial RA (14).

Menurut Agus Purnomo, pendampingan terhadap dua korban kasus pelecehan merupakan permintaan Kanit PPA Polsek Pringsewu Kota dalam rangka untuk pemeriksaan assesment sosial.

"Tujuannya adalah untuk pembuatan laporan sosial yang akan digunakan pada proses persidangan yang dimungkinkan adanya layanan rehabilitasi sosial dan pendampingan psikolog," kata dia.

Dia menambakan pendampigan terhadap korban pelecehan seksual sebagai upaya untuk mengobati rasa traumatik. "Pendampingan seperti ini memang sering kita lakukan kepada korban baik permintaan polisi, kejaksaan atau pengadilan," ujarnya.

Menurutnya dari data yang masuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam kurun waktu 2019- 2020 terus mengalami peningkatan.

Sementara Kanit PPA Polres Pringsewu Aiptu Vrenny Yustiani mengatakan Unit PPA sebelum pandemi telah melakukan sosialisasi ke sekolah tentang KDRT,  kekerasan seksual terhadap anak, dan pemberitahuan terhadap pergaulan seks bebas.

"Bahkan kita sudah bekerja sama dan membuat tim saat melakukan sosialisasi ke sekolah SMP atau SMA yang di dampingin oleh para Bhabin di wilayah masing-masing," ungkapnya.

Dia menyatakan Unit PPA Polres Pringsewu di tahun 2020 sudah menangani 21 kasus criminal total (CT) kekerasan terhadap anak (KTA), dan criminal clear (CC) ada 16 kasus: kasus persetubuhan, cabul, dan aborsi. Sedangkan data penanganan kekerasan terhadap perempuan (KTP) Polres Pringsewu menangani kasus CT 9 orang dan CC 6 orang: kasus KDRT, pemerkosaan, cabul, dan eksploitasi seks.

Dia menambahkan untuk korban kekerasan seksual umumnya pada usia 5-15 tahun, dan untuk usia pelaku antara usia 19-73 tahun.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar