#Pendidikan#Bencana#Gedung-Roboh

Dua Kontraktor Ditetapkan Tersangka Ambruknya Gedung Sekolah

( kata)
Dua Kontraktor Ditetapkan Tersangka Ambruknya Gedung Sekolah
Atap sekolah SDN Kutorejo 2 Pandaan Kabupaten Pasuruan yang baru dibangun, ambruk lebih dulu, sebelum diserahkan oleh pelaksana proyek kepada pemerintah, Kamis (7/9) malam. Foto: MI Koresponden/ Abdus Syukur

Surabaya (Lampost.co) -- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mentapkan dua orang kontraktor berinisial S dan D sebagai tersangka kasus ambruknya atap SDN Gentong, Kota Pasuruan. Penetapan tersangka keduanya sudah berdasar alat bukti yang cukup.

"Tadi malam kami amankan tersangka dua orang itu, inisial D dan inisial S dari Kota Kediri," kata Kapolda Jatim, Irjen Luki Hernawan di SDN Gentong, Kota Pasuruan, Sabtu, 9 November 2019.

Luki mengatakan D dan S berasal dari dua CV berbeda, yakni CV Andalus dan CV DHL Putra. Luki mengaku kecewa atas ambruknya atap sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung hingga mengakibatkan satu siswa dan guru meninggal.

"Runtuhnya ini sungguh membuat kita kecewa, ya harusnya tidak seperti ini," jelas Luki.

Luki menjelaskan berdasar laporan tim Laboratorium Forensik, kontruksi bangunan memang gagal dan terkesan ngawur. Ada material yang tidak sesuai kontruksi bangunan.

"Laporan labfor ini konstruksi bangunan ini sudah gagal konstruksi dan ngawur, tinggal tunggu rubuhnya. Dan kita dapat laporan dari penerimaan BPK juga menyampaikan seperti ini tidak sesuai, ya ini akibatnya runtuh," ungkap Luki.

Selain tindak pidana yang menyebabkan adanya korban jiwa, pihaknya juga menelusuri adanya dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan tersebut, dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain.

Atas perbuatannya, kontraktor berinisial S dan D dikenakan pasal 359 KUHP karena lalai dan mengakibatkan hilangnya nayawa orang lain.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar