#banjir#lampura

Dua Kecamatan Lampura Terdampak Banjir

( kata)
Dua Kecamatan Lampura Terdampak Banjir
Lampost.co/Fajar Nofitra

Kotabumi (Lampost.co) -- Dua kecamatan di wilayah Kabupaten Lampung Utara terdampak banjir, pasca hujan lebat melanda Kotabumi dan sekitarnya, Senin, 13 April 2020.

Dua kecamatan terdampak banjir yakni kecamatan Kotabumi dan Kotabumi Selatan. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pihaknya telah menurun tim reaksi cepat (TRC) guna membantu evakuasi warga terdampak banjir.

"Untuk masalah antisipasi, kita telah menyiapkan tim untuk membantu warga mengevakuasi barang-barang berharganya. Untuk rumah tergenang banjir masih puluhan rumah di dua kecamatan terdampak banjir. Lalu di Perumahan Jenangan Sikep, Jalan Tjoekoel Soebroto, Jalan Ahmad Akuan dan Alamsyah Ratu Perwira Negara (ARPN) pohon roboh dan genangan air, "kata Karim kepada Lampost.co, Senin, 13 April 2020 malam.

Untuk masalah bantuan, saat ini pihaknya melakukan pendataan terkait permintaan warga. Sebab, banjir hanya terjadi beberapa waktu saja, kemudian akan surut dengan sendirinya.

"Beberapa lokasi yang menjadi langganan, seperti di Kecamatan Kotabumi Selatan macam daerah Rawakarya, Kelurahan Kotaalam dan Gotong-Royong, Tanjungharapan. Lalu ada di Kecamatan Kotabumi, seperti Kelurahan Sribasuki dan lainnya. Itu sedang kita lakukan pendataan, terkait yang layak menerima," terangnya.

Terkait masalah penyebab banjir, selain intensitas hujan tinggi juga berasal dari tersumbatnya arus pada saluran pembuangan atau drainase. Sehingga menyebabkan beberapa titik tergenang banjir. Termasuk jalan penghubung di wilayah tersebut.

"Ya, selain luapan air sungai yang mengalir. Juga diakibatkan mampetnya drainase, kami harap masyarakat bisa ikut membantu. Dan untuk perbaikkan, kami selaku petugas hanya melaporkan kepada pihak terkait dalam hal ini DPUPR, "tegasnya.

Camat Kotabumi Selatan, Sari Husin menambahkan setidaknya ada 18 rumah warga terdampak banjir di dua keluarahan wilayahnya. Yakni di Rawakarya, Kelurahan Kota Alam (14) dan Gotong-Royong, Tanjung Harapan (4).

Saat ini, mereka sedang mengungsi dibantu oleh tim dari BPBD untuk mengevakuasi harta-benda warga yang kediamannya terdampak banjir.

"Saya masih dilapangan ini memantau situasi bersama tim, tadi sudah ada petugas bekerja dilapangan dan beberapa bantuan telah diserahkan kepada masyarakat. Harapannya kedepan ini akan cepat berlalu, karena dua malam ini instensitas hujan tinggi," tambahnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar