#prestasi#pemprov

Dua Kategori KPPU Award 2021 Disabet Pemprov Lampung

( kata)
Dua Kategori KPPU Award 2021 Disabet Pemprov Lampung
Gubernur Arinal Djunaidi bersama Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dan Wakil Ketua KPPU RI Guntur S. Saragih di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2021. Dok KPPU


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendapatkan penghargaan Anugerah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Award 2021. Pemprov meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu KPPU Award 2021 Madya Kategori Persaingan Usaha Tingkat Daerah dan KPPU Award 2021 Pratama Kategori Kemitraan Tingkat Daerah.

Serah terima penghargaan KPPU Award 2021 dengan tema “Persaingan Usaha, Kemitraan, dan Pemulihan Ekonomi” tersebut diberikan langsung kepada Gubernur Arinal Djunaidi dari Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dan Wakil Ketua KPPU RI Guntur S. Saragih di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Desember 2021.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin mengatakan, saat ini seluruh sektor mengalami perubahan dan mengharapkan kekuatan pasar untuk memberikan insentif untuk beradaptasi dengan dunia baru dalam waktu yang cepat agar krisis tidak mengarah pada krisis sosial. Peran KPPU sangat penting untuk mengingatkan Pemerintah dalam pengambilan kebijakannya.

"KPPU harus meningkatkan pengawasan di sektor digital dan selalu berkoordinasi dan memberikan masukan kepada pemerintah atas berbagai kebijakan yang diambil di sektor tersebut, yang berpengaruh pada peta persaingan usaha," katanya Ma'ruf Amin dalam kanal Youtube KPPU RI, Selasa, 14 Desember 2021.

Baca: Gubernur Lampung Raih Anugerah Parahita Ekapraya 2020

 

Berbagai kebijakan dan instrumen pendorong pemulihan ekonomi sudah diimplementasikan oleh Pemerintah, sejalan dengan upaya pengendalian pandemi. Menyikapi pengendalian tersebut, KPPU turut mengambil kebijakan untuk menetapkan relaksasi penerapan hukum persaingan melalui Peraturan KPPU No. 3 Tahun 2020.

Wakil Ketua KPPU RI, Guntur S. Saragih mengatakan pentingnya persaingan usaha dalam pemulihan ekonomi ke depan. Sejalan dengan pesan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa globalisasi telah melahirkan dunia yang diwarnai kompetisi super ketat. Oleh karena itu, satu pilar utama dalam menjaga kedaulatan adalah memenangkan kompetisi dan harus dilakukan dengan penemuan-penemuan baru atau inovasi. 

"Intensitas persaingan usaha nasional diukur dari indeks persaingan usaha nasional yang sudah dikembangkan KPPU sejak 2018," katanya.

Guntur memaparkan bahwa hasil penilaian indeks persaingan usaha Indonesia mengalami peningkatan dari angka 4,65 pada tahun 2020 menjadi 4,81 dari skala minimal 7. Peningkatan indeks persaingan usaha tersebut dinilai positif bagi perkembangan ekonomi Indonesia, terlebih pada masa pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar