#narkoba#beritalampung#pemusnahannarkoba

Dua Jaksa di Lampung Terlibat Narkoba, Begini Penjelasan Kepala BNNP Lampung

( kata)
Dua Jaksa di Lampung Terlibat Narkoba, Begini Penjelasan Kepala BNNP Lampung
Kepala BNNP Lampung Brigjenpol Tagam Sinaga (kemeja putih) saat menunjukkan barang bukti narkoba. (Foto: Lampost/Asrul Septian Malik)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung sebenarnya sudah memberikan surat ke Kejaksaan Tinggi Lampung turut berperan dalam melakukan pengecekan narkoba kepada anggotanya sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Inpres Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), peraturan Mendagri Nomor 21 tahun 2013 tentang Fasilitasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), pernyataan tentang Indonesia Darurat Narkoba, dan Surat Edaran Kemenpan RB No 50 Tahun 2017 tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Namun demikian masih ditemukan dua jaksa di Lampung Timur yang terlibat dengan narkoba. "Kita sudah buat surat, walau ada (kasus), tapi kita minta lagi Kejaksaan Tinggi lebih melakukan pengawasan lagi ke anggota," ujar Kepala BNNP Lampung Brigjenpol Tagam Sinaga, Selasa (25/6/2019).

Menurut Tagam, sebenarnya Kejaksaan Tinggi sudah membentuk Satgas Antinarkoba dan juga melaksanakan tes urine secara berkala. Namun, dua jaksa tersebut menurut Tagam merupakan oknum yang terlibat. "Organisasinya (kejaksaan), tidak terlibat sistematis dan hanya oknum-oknum saja yang terlibat," katanya.

Lanjut Tagam, untuk Jaksa berinisial R yang diamankan Polda Lampung pada Kamis (20/6/2019) lalu telah mendapatkan pelimpahan dari Ditresknarkoba Polda Lampung, agar yang bersangkutan di assesment. "Semalam sudah ada, dan sedang dilakukan proses oleh tim assesment terpadu. Untuk hasilnya nanti kita lihat dari dokter. Yang jelas kita pantau itu pengguna jangka lama atau tidak," kata alumnus Akabri 1988 itu.

Jika terindikasi ketergantungan, maka akan direhabilitasi dengan mengirimkannya ke panti rehab BNNP di Kalianda.

Kasubdit I Ditresknarkoba Polda Lampung AKBP Sastrabudi mengatakan pihaknya sudah membawa R ke BNNP untuk dilakukan assesment sejak Senin (24/6/2019) malam. "Sudah, kita tunggu hasilnya TAT di BNNP, Sementara dia wajib lapor," katanya.

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar