#PELANGGARANLALULINTAS#TILANGELEKTRONIK

Dua Hari, Tujuh Pelanggar Tilang Elektronik Dikirimi Surat Konfirmasi

( kata)
Dua Hari, Tujuh Pelanggar Tilang Elektronik Dikirimi Surat Konfirmasi
Layar tangkap kamera tilang elektronik di Bandar Lampung . DOK Satlantas Polresta Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Memasuki hari kedua pelaksanaan uji coba tilang elektronik dengan kamera atau electronic traffic law enforcement (ETLE), sebanyak tujuh pelanggar telah dikirimi surat konfirmasi pelanggaran.

Kasatlantas Polresta Bandar Lampung AKP Rafly Yusuf Nugraha mengatakan, total ada tujuh pelanggar yang telah dikirimi surat hingga Jumat, 5 Maret 2021. Perinciannya, dua pelanggar menggunakan sepeda motor dan lima pelanggar mobil.

"Pada 4 Maret ada dua pelanggar dan pada 5 Maret ada lima pelanggar. Semuanya sudah dikirimkan surat konfirmasi," ujarnya, Jumat 5 mei 2021.

Pihaknya masih menunggu para pelanggar untuk melakukan konfirmasi, baik secara langsung ke ruang Gakkum Mapolresta Bandar Lampung maupun langsung lewat website etle.korlantas.polri.go.id.

"Sementara masih menunggu yang konfirmasi, setelah dua hari uji coba akan kami evaluasi ampai peluncuran resmi," katanya.

Rafly menegaskan uji coba selama dua hari ini mengedepankan mekanisme dan alur kerja Etle. Mulai dari layar tangkap, verifikasi pelanggar, hingga pengiriman surat konfirmasi oleh PT Pos.

"Jadi dua hari yang kami kejar mekanisme Etle dan sosialisasi masyarakat," ujar Rafly. 

Menurutnya, jika pelanggar menggunakan kendaraan namun dengan identitas pemilik sebelumnya, maka mekanisme pengiriman surat konfirmasi akan dikirimkan ke data pemilik atau alamat pemilik yang lama.

Selanjutnya, pemilik lama tetap harus menjawab konfirmasi baik lewat website atau datang langsung. Pemilik lama bisa memberikan informasi kalau kendaraannya sudah berpindah tangan, dan memberikan identitas pemilik yang baru. Pihak yang baru pun nanti akan diberikan informasi pelanggaran.


Rafly menjelaskan ketika tilang telah diberlakukan nanti, masa waktu konfirmasi ke pelanggar yakni lima hari. Kemudian batas waktu pembayaran denda tilang lewat BRI Virtual Account yakni tujuh hari.

Menurutnya, jika pelanggar tidak membayar denda tilang, surat kendaraan akan terblokir. Dengan demikian, ketika hendak membayar pajak atau perpanjangan STNK, pelanggar harus membayar denda tilang terlebih dahulu.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar