#BERITALAMPUNGSELATAN#PENCABULAN

Dua Bulan, 15 Kasus Kekerasan Anak di Lamsel

( kata)
Dua Bulan, 15 Kasus Kekerasan Anak di Lamsel
Dok Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Selama dua bulan awal tahun ini terdapat 15 kasus kekerasan anak di bawah umur terjadi di Lampung Selatan. UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Selatan Sri Handrayani, mengatakan empat kasus pencabulan ini korbannya mengalami persetubuhan. Tidak hanya pencabulan terhadap anak perempuan di bawah umur. Menurut dia, juga ada kasus sodomi sebanyak enam korban. Rata-rata korbannya masih di bawah umur.

Ia menyatakan untuk pelakunya sebagian besar merupakan orang dekat dengan korban. Ada yang tetangga dari korban atau masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban.

“Memang untuk pelakunya merupakan orang yang dikenal korban. Korbannya biasanya dibujuk atau diiming-imingi sesuatu,” kata Sri Handrayani di ruang kerja, Senin, 1 Maret 2021.

Dia menjelaskan, tidak hanya kekerasan dalam bentuk pencabulan dan pelecehan seksual, juga ada kasus pencurian yang melibatkan anak dan kasus lainnya.

Selain anak-anak, perempuan dewasa juga. Dimana, beberapa kasus kekerasan juga dialami perempuan dewasa. Dalam catatan Dinas PPPA, selama dua bulan ini ada satu kasus pelecehan seksual. Lalu, ada dua kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Juga ada perempuan dewasa jadi korban pencabulan dari ayah tirinya,”jelasnya.

Dinas PP dan PA Lampung Selatan pun telah melakukan langkah pendampingan terhadap korban. Terutama untuk anak di bawah umur. Karena kasus kekerasan yang menimpa mereka akan dapat berpengaruh secara psikologis terhadap korban.

“Kami melakukan pendampingan terhadap korban. Karena bagi anak-anak, biasanya kasus kekerasan yang menimpa mereka ini memiliki dampak trauma pada mereka,” katanya. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar