Terorislampungjad

Dua Anggota JAD yang Ditangkap Densus Jadi Tersangka

( kata)
Dua Anggota JAD yang Ditangkap Densus Jadi Tersangka
Rumah DPO jaringan JAD di Waringinsari Barat, Pringsewu. Istimewa

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dua terduga teroris anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dari kelompok berbeda yang ditangkap dalam rentang dua hari di Lampung oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri ditetapkan sebagai tersangka. Penangkapan oleh Densus 88 dilakukan di Bandar Sribhawono dan Pringsewu.  

Penangkapan pertama dilakukan Densus 88, Kamis pagi, 21 November 2019, di rumah mertuanya, Dusun II, Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono. Orang yang diamankan yakni Al Faruq(21), alias Al Farisi, warga Tanjungpriok, Jakarta Utara, anggota kelompok kecil pimpinan Rico alias Sahe alias Abu Ahmad. Densus mengamankan barang bukti beberapa buku  jihad dan ponsel.

Kedua, Densus 88 menangkanp Subhan Saruri yang berprofesi sebagai pedagang. Subhan alias Ruri (44) ditangkap di jalan dekat kediamannya, Desa Waringin Sari, Sukoharjo,  Pringsewu, Jumat, 22 November 2019, sekitar pukul 12.35.

Dari kediamannya diamankan  beberapa buku jihad dan chips. Dia berstatus DPO dan merupakan  anggota kelompok JAD pimpinan Ujang. 

Ujang merupakan pimpinan atau amir (struktur) Lampung,  di bawah naungan JAD Pusat Aman Abdurachman yang telah divonis mati. Ruri sudah 1 tahun menjadi DPO.

Sumber Lampost.co di Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengatakan keduanya sudah berstatus tersangka usai diperiksa, terutama Ruri yang berstatus DPO.

"Keduanya sudah tersangka dan masih kami lakukan pemeriksaan," katanya.

Meski sama-sama JAD, keduanya berbeda kelompok. Al Faruq  merupakan jaringan JAD atau kelompok kecil pimpinan Rico,  alias Sahe yang telah menyerahkan diri ke Polres Lampung Tengah pada 21 Oktober yang lalu. Selain itu beberapa rekannya juga sudah ditangkap  di Bandar Lampung, yakni Aul Putra Daulah alias Arif, Rifki Montazeri, dan Yudistira. Satu rekan mereka, yakni Adnan alias Gondrong ditangkap di Tambun, Bekasi, 16 Oktober 2019.

Kelompok JAD kecil ini  bergerak tanpa arahan dari JAD yang memiliki struktur. Jaringan ini memiliki amir (pemimpin) bernama Rico alias Sahe, yang rumahnya digeledah Densus 88 pada Senin, 21 Oktober 2019, di Jalan Jenderal Suprapto, Pelita, Kecamatan Enggal.

Meski dalam jaringan JAD, kelompok ini masih baru dan kelompok kecil, mereka sempat melakukan baiat di Batuputu, Telukbetung Barat, sekitar Juni 2019.

Baca juga: Penangkapan Terduga Teroris Kagetkan Kepala Pekon  

                    Satu Lagi Terduga Teroris Jaringan JAD Ditangkap di Lampung

Kelompok Rico memiliki rencana amaliah di Lampung dengan sasaran mulai dari Mapolda Lampung, Mako Brimob hingga tempat ramai dan hiburan malam. Belum sempat beraksi, mereka ditangkap dan barang bukti bebagai macam bahan peledak pun diamankan.

"Kelompok Sahe berencana amaliah dengn menyerang Polda Lampung, Mako Brimobda Lampung dan gereja di Bandar Lampung, serta pusat keramaian," kata sumber tersebut.

Sementara Subhan Saruri alias Ruri merupakan sisa kelompok  JAD Wilayah Lampung (testruktur) pimpinan Ujang Saifurochman yang sudah ditangkap pada 2018 yang lalu.  Subha pernah menjadi peserta idad di pegunungan Tanggamus serta ikut rencana amaliah penyerangan terhadap instalasi objek objek vital dan fasilitas umum di wilayah Lampung. Idad dipimpin Ujang.

Densus 88 Antiteror juga mengendus keberadaan dua orang jaringan Ujang. Sebelum Ruri ditangkap, dua anggota Ujang lainnya sudah dibekuk, yakni  Indra alias Guntur di kediaman orang tuanya jalan Cendana, Tanjungseneng pada Jumat, 18 Oktober 2019. Kemudian, Sabtu 19 Oktober 2019, Densus menangkap Lukman alias LH di Desa Pesawaran Indah, Way Ratai, Pesawaran.

"Kalau kelompok Ujang memang beberapa DPO sejak 2018. Paskapenangkapan Ujang, ini pengembangan dari anggota Ujang yang diamankan sebelumnya," katanya.

Kabid Humas Polda Lampung  Kombes Zahwani Pandra Arsyad membenarkan penangkapan keduanya. "Iya benar Densus melakukan serangkaian pemeriksaan penangkapan dua hari ini, " katanya.

Berdasarkan dokumen yang didapat Lampost.co, organisasi  JAD tersebut mulai resmi terbentuk sekitar November 2014 yang dipimpin Oman Abdurachman, yang saat itu ditahan di LP Nusakambangan.

Kemudian Oman Abdurachman memerintahkan amir/pimpinan di daerah untuk membentuk struktur daerah dan segera melaksanakan program-programnya dan ditindaklanjuti amir/pimpinan masing-masing.

Amir Kalimantan adalah Joko Sugito, amir Ambon adalah Saiful Munthohir alias Abu Gar, dan amir Lampung adalah Iwan alias Ujang.

Selanjutnya amir Jawa Barat adalah Khoirul Anam, amir Jawa Tengah adalah Abu Azzam, dan amir Jabodetabek adalah Abu Arkom, dan amir Sulawesi adalah Fajrun.

Kemudian pada November 2015  bertempat di Villa Batu, Malang, kelompok JAD mengadakan dauroh da’i nasional lebih kurang 3 (tiga) hari dengan menggunakan cover pengolahan pengobatan herbal yang dihadiri sekitar 30 amir wilayah JAD atau perwakilannya dari seluruh Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan pada acara tersebut, seperti mengadakan taklim/kajian untuk seluruh peserta guna menyatukan manhaj. Mengadakan teleconference/video call dengan terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaima.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar