#tajuklampungpost#meredam-banjir#drainase

Drainase Meredam Banjir

( kata)
Drainase Meredam Banjir
Ilustrasi - Medcom.id.


BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih intens mengguyur Lampung pada Februari ini. Kondisi ini tak ayal membuat sejumlah wilayah berpotensi banjir, termasuk sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung. 

Salah satu penyebab banjir di Kota Tapis Berseri adalah drainase yang tidak berfungsi optimal sehingga aliran air tersendat dan tidak mengalir lancar. Lumpur bahkan tanah serta sampah pun masih terlihat di drainase yang bisa menyumbat air. Apabila hujan turun dengan derasnya, drainase yang ada tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis. Apalagi jika drainase tersebut sempit yang bisa mengakibatkan meluapnya air dengan cepat. 

Betapa banyak jumlah drainase yang ada di Kota Bandar Lampung ini, dari jalan protokol hingga pelosok jalan lingkungan pun ada. Drainase yang tersumbat dan tidak berfungsi dengan baik yang menjadi salah satu penyebab banjir. Untuk itu keberadaan drainase yang ada di Kota Tapis Berseri harus diperbaiki. Apabila banyak lumpur dan sampah, drainase ini harus dikeruk. Bahkan jika drainase ini sempit, pemerintah setempat pun seyogianya harus melebarkannya atau melakukan normalisasi. 

Perbaikan drainase seharusnya jangan menunggu hujan datang, bahkan hujan lebat. Namun, perbaikan ini harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum musim hujan datang. Mengelola drainase perkotaan merupakan salah satu strategi meredam potensi datangnya banjir.

Kita apresiasi Pemkot Bandar Lampung yang sepanjang tahun memperbaiki drainase di beberapa titik. Namun, perbaikan yang dilakukan ini tak sebanding dengan jumlah titik drainase yang begitu banyak tersebar di 20 kecamatan. Itu mengapa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung menyatakan potensi banjir merata di seluruh wilayah kota ini.

Harus diingat, selain memperbaiki drainase, Pemkot diharapkan memaksimalkan pembuatan biopori yang bisa menyerap air hujan. Pembuatan biopori di beberapa tempat, terutama wilayah yang rawan banjir, bisa mengurangi dampak banjir. 

Selain itu, Pemkot setempat harus terus mengimbau warganya agar tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, keberadaan sampah ini pun bisa menjadi penyebab banjir yang melanda ibu kota provinsi ini. Keberadaan sampah ini pun bisa menjadi bumerang bagi Kota Bandar Lampung jika warganya selalu membuangnya secara sembarangan. Air bisa saja tersumbat dan tidak bisa mengalir akibat tertahan sampah. 

Dengan dukungan warganya, ke depan Kota Bandar Lampung bisa mengurangi dampak banjir ini dengan terus melakukan perbaikan, terutama drainase di seluruh lingkungan di Bandar Lampung.

 

Bambang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar