#pilkada#pilkadapesisirbarat#dps

DPS Pesisir Barat Menurun Dibandingkan Pilkada 2015

( kata)
DPS Pesisir Barat Menurun Dibandingkan Pilkada 2015
Komisioner KPU Pesisir Barat, Divisi Data dan Informasi, Marten Efendi. Dok.


Krui (Lampost.co) -- Jumlah daftar pemilih sementara (DPS) Pesisir Barat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 yaitu 106.748 DPS. DPS untuk pilkada tahun ini menurun dibandingkan dengan 2015.

"DPS sudah diumumkan di pekon-pekon oleh PPS, pengumumannya selama 10 hari dari 19 sampai 28 September 2020. Terjadi penurunan jumlah pemilih dibanding DPS 2015 lalu sekitar 1.000," kata Komisioner KPU Divisi data dan informasi Marten Efendi saat ditemui di Sekretariat KPU setempat, Senin, 28 September 2020.

Dia menjelaskan penurunan jumlah DPS dibanding pilkada sebelumnya terjadi secara nasional karena berdasarkan data Kemendagri yang kemudian disampaikan kepada KPU RI. Itu terjadi karena update data yang terus dilakukan. 

"Dahulu ada data ganda yang kemudian dibuang. Data juga terus di-update, pengelolaan data yang terus membaik dari hari ke yang menyebabkan penurunan jumlah pemilih," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan data mereka. "Kalau belum masuk DPS , masyarakat kami minta segera menghubungi PPS PPK atau KPU dengan membawa bukti KTP elektronik," ujarnya. 

Sementara itu, Komisioner KPU Divisi SDM dan Parmas Zairi Opani mengatakan batasan dana kampanye berdasarkan kesepakatan liaison officer (LO) dan KPU maksimal Rp7.280.024.000. Sementara itu, berdasarkan surat pengumuman KPU Pesisir Barat Nomor 283/PL.02.5-PU/1813/KPU-kab/IX/2020 tentang hasil penerimaan laporan awal dana kampanye peserta bupati wakil bupati Pesisir Barat tahun 2020 yaitu saldo awal kampanye pasangan calon (paslon) sesuai nomor urut, yakni pasangan nomor 1 Pieter-Fahrurrazi Rp1 juta, pasangan nomor 2 Aria Lukita Budiwan-Erlina Rp51juta, dan pasangan nomor 3 Agus Istiqlal-Zulqoini Syarif Rp10 juta. 

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar