#beritalampung#beritalampungterkini#pembangunan#gedungperpusda#tubaba

DPRD Tubaba Pesimistis Pembangunan Gedung Perpusda Rampung Tepat Waktu

( kata)
DPRD Tubaba Pesimistis Pembangunan Gedung Perpusda Rampung Tepat Waktu
Sidak lintas Komisi I, II, dan III saat meninjau pembangunan perpusda tersebut, Selasa, 20 September 2022. Lampost.co/Merwan


Panaragan (Lampost.co) -- DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba) meragukan pembangunan gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Tubaba selesai tepat waktu. Pasalnya, sudah memasuki oktober 2022 progres pekerjaan proyek senilai Rp9 miliar lebih tersebut baru 24 persen.

Hal tersebut menjadi temuan sidak lintas Komisi I, II, dan III saat meninjau pembangunan perpusda tersebut, Selasa, 20 September 2022. "Kalau melihat progres sangat sulit pekerjaan gedung perpusda ini selesai tepat waktu. Apalagi ini pekerjaan gedung banyak tahapan yang harus dilalui," ujar Ketua Komisi I DPRD setempat yang juga juru bicara tim lintas komisi, Yantoni, seusai sidak.

Baca juga: 3 Ruas Jalan di Lamsel Diperbaiki pada Sisa 2022 

Selain meragukan penyelesaian pekerjaan tersebut, kata Yantoni, tim lintas komisi juga meragukan kualitas pekerjaan. Sebab, banyak pekerjaan tidak dilakukan sesuai spek dan tahapan.

"Pekerjaannya terlihat acak-acakan tidak sesuai tahapan. Ini yang kami ragukan dari pekerjaan gedung ini," katanya yang diamini Ketua Komisi III, Paisol.

Yantoni berharap pembangunan perpusda tersebut dapat terwujud sesuai harapan masyarakat. Sebab, gedung tersebut menjadi salah satu ikon kabupaten.

"Bangunan inikan didesain dengan ciri khas Tubaba. Jadi sayang kalau bangunan ini nanti tidak sesuai harapan masyarakat, makanya setelah kami mendapatkan laporan kami langsung turun ke lokasi," ujarnya.

Untuk mengetahui lebih detail terkait pembangunan gedung tersebut, DPRD setempat akan menggelar hearing dengan mengundang Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas PUPR, dan BPBJ, termasuk CV Gunung Mulia selaku rekanan. "Dalam waktu dekat kami akan mengudang instansi terkait termasuk pemborong pekerjaan ini," katanya.

Sementara itu, Nurul, PPTK pekerjaan, mengakui ada keterlambatan pada pekerjaan tersebut. Namun, dia optimistis rekanan dapat menyelesai pekerjaan tepat waktu sebelum akhir anggaran. "Memang ada pekerjaan yang tertunda karena masih menunggu uji laboratorium salah satu pekerjaan fondasi beton," ujarnya.

Terkait pekerjaan yang tidak sesuai tahapan, pihaknya sudah menegur secara tertulis kepada rekanan untuk diperbaiki. "Pekerjaan inikan masih dalam tahap pekerjaan, kami tetap optimistis pekerjaan selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak kerja," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar