#BERITAPESISIRBARAT#PROYEKSEKOLAH

DPRD Pesisir Barat akan Panggil Disdikbud soal Pembangunan SMPN 1 Pesisir Tengah

( kata)
DPRD Pesisir Barat akan Panggil Disdikbud soal Pembangunan SMPN 1 Pesisir Tengah
Anggota DPRD Pesisir Barat mengecek proyek pembangunan SMPN 1 Pesisir Tengah. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Anggota Komisi Tiga DPRD Pesisir Barat, Khoiril Iswan, mengatakan hasil pelaksanaan proyek pembangunan SMPN 1 Pesisir Tengah hasilnya kurang bagus. Bahkan, dikhawatirkan berbahaya jika digunakan oleh guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebab itu, pihaknya segera memanggil dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) kabupaten itu. 

"Padahal, dana yang sudah digulirkan untuk pembangunan SMPN 1 Pesisir Tengah hampir Rp14 miliar. Minggu depan Insyaalloh kami akan panggil Disdikbud Pesisir Barat untuk sementara kami menilai konstruksinya kurang bagus," kata Khoiril, saat bertemu di kantor DPRD Pesisir Barat, Kamis, 17 Juni 2021. 

Pihaknya tidak mau memberikan penilaian terlalu jauh tentang kenapa hasil pembangunan yang belum digunakan itu beberapa bagiannya telah mengalami kerusakan.

"Kami  gak mau berbicara terlalu jauh sebelum kami panggil dan meminta penjelasan dengan dinas terkait. Kalau hasil pembangunannya (proyek pembangunan SMPN 1 Pesisir tengah) Sangat mengecewakan, bangunannya retak-retak,  lantai retak, atap ada yang bocor. Tetapi bangunan itu kan memang belum dipakai (KBM) karena termasuk proyek itu juga belum dilakukan serah terima. Bagaimana kalau sudah dipakai, bisa membahayakan keselamatan," ujarnya. 

Terkait informasi pemerintah akan kembali menganggarkan dana tambahan untuk melanjutkan proyek pembangunan gedung tersebut, menurut Khoiril, hal itu bisa saja dilakukan asal peruntukannya jelas. 

"Mengenai permintaan tambahan akan kami bahas dengan OPD terkait, butuh dana berapa. Kami gak mungkin meloloskan dana tambahan tanpa jelas keterangannya," kata Khoiril.

Diberitakan sebelumnya, dari hasil tinjauan para anggota DPRD yaitu Erwin Goestom, Mad Muhizar dari PDIP,M Syahruddin (Golkar) dan Aris Ikhwanda(PBB), Selasa, 15 Juni 2021 sore di lokasi SMPN 1 Pesisir Tengah. Proyek pembangunan  SMPN 1 Pesisir Tengah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pesisir Barat sebesar Rp9 Miliar lebih pada 2019 dan ditambah sekitar hampir Rp6 Miliar pada 2020. Namun, hingga kini bangunan sekolah berlantai tiga itu belum juga digunakan untuk kegiatan belajar mengajar(KBM).

Para wakil rakyat itu segera memanggil Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum Pesisir Barat. Karena hasil tinjauan  mereka menemukan dinding yang mengalami keretakan, plafon jebol, keramik yang rusak dan amblas, tangga yang belum selesai, lantai yang bolong dan masih banyak pekerjaan yang dianggap belum selesai. Para anggota dewan itu mengatakan hasil pembangunan sekolah itu belum layak digunakan untuk KBM. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar