#rokok

DPRD Lampung Dorong Instansi Awasi Rokok Sampoerna yang Sudah Beredar

( kata)
DPRD Lampung Dorong Instansi Awasi Rokok Sampoerna yang Sudah Beredar
Ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi II DPRD Lampung meminta semua instansi mengawasi pendistribusian produk rokok PT Sampoerna, pascaadanya temuan pekerja yang dinyatakan positif covid-19 di Jawa Timur. Virus korona bersifat droplet.

Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mengatakan polemik ini harus disikapi serius dengan mendorong semua instansi, seperti Dinas Perdagangan, distributor rokok, hingga aparat kepolisian untuk mengawasi distribusi, kendati ada statemen karantina produk dari PT HM sampoerna.

"Tadi saya diskusi kecil-kecilan saja dan ini memang harus serius karena banyak perokok Sampoerna di Lampung," ujarnya, Kamis, 30 April 2020.

Pertama, kendati rokok yang sudah dikarantina nanti didistribusikan, harus ada pengawasan dan pengecekan esktraketat dari semua instansi sebelum masuk ke Lampung.

"Kalau memang benar ada karantina harus ada dokumennya nanti. Pas mau masuk, kalau dinyatakan bebas, terus dokumen harus detail. Jangan sampai ada rokok enggak jelas terus masuk kan bahaya nantinya," kata mantan Direktur LBH Bandar Lampung itu.

Berita terkait: Karyawan Positif Korona, Sampoerna Karantina Produk Rokok

Selanjutnya, harus ada data dan transparansi dari PT HM Sampoerna dan gugus tugas covid-19 di Jawa Timur terkait alur temuan secara rinci dari tanggal, dan penyebarannya. Hal itu guna mengetahui apakah produk yang sudah kadung masuk ke Lampung aman.

"Kan harus jelas, itu tanggalnya, kapan masuknya, terus sejak kapan sih covid-19 ada di pabrik di sana, sejak kapan produk ini masuk, keterangan tanggal harus jelas. Kita harus cegah, cek di toko kelontong sampai swalayan," ujarnya.

Dilansir dari Medcom.id, PT HM Sampoerna mengarantina produk lima hari sebelum didistribusikan kepada konsumen. Hal itu seiring meninggalnya dua karyawan di pabrik Rungkut 2, Jawa Timur, akibat virus korona (covid-19).

"PT Sampoerna memastikan kualitas produk merupakan prioritas perusahaan. Untuk itu, kami melakukan karantina produk selama lima hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen dewasa," kata Direktur HM Sampoerna Elvira Lianita saat dikonfirmasi Medcom.id, Kamis, 30 April 2020.

Elvira menjelaskan penerapan karantina produk tersebut sesuai dengan saran European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control) dan World Health Organization (WHO). EDC dan WHO menyatakan covid-19 dapat bertahan 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari empat jam pada tembaga, dan kurang dari 24 jam pada kardus.

Selain karantina produk, Sampoerna menerapkan protokol kesehatan, yakni melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, dan meminta karyawan melakukan karantina mandiri, dan melakukan tes covid-19 di rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan perusahaan.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar