#lambar#pembalakanliar

DPRD Lambar Minta Polsek Sekincau Adil Tangani Pembalakan Liar

( kata)
DPRD Lambar Minta Polsek Sekincau Adil Tangani Pembalakan Liar
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Liwa (Lampost.co) -- DPRD Lampung Barat meminta agar Polsek Sekincau berlaku adil dan terus mengembangkan kasus pembalakan liar di hutan lindung Register 43B Krui Utara, tepatnya di Talangbaru Pekon Batuapi, Kecamatan Pagardewa. Sebab, pelaku pembalakan liar tidak hanya melibatkan ketiga pelaku saja.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Sutikno dan ketua Komisi I DPRD Lambar Untung, Senin, 2 Desember 2019. Polsek Sekincau menahan Peratin Batuapi Aris Mulyono bersama dua warga Pemangku Talangbaru Pekon Batuapi, Kecamatan Pagardewa, Tri Purnomo dan Rohman, terkait dengan kasus pembalakan liar yang dilakukan pekan lalu.

Sutikno menjelaskan bersama Untung Jumat lalu sengaja berkunjung ke Polsek Sekincau karena ingin mengetahui seperti apa permasalahan yang dilakukan para tersangka itu. "Kami sempat mengobrol bersama ketiga tersangka, yaitu Aris Mulyono, Tri Purnomo, dan Rohman," kata Sutikno dan Untung.

Menurut cerita dari ketiga tersangka, kata Sutikno, ternyata kasus pembalakan liar itu tidak hanya dilakukan ketiganya tapi mmelibatkan dua warga lainnya. Keduanya adalah Pemangku Talangbaru Sumani dan Jahrul, tetangganya, yang juga bertindak sebagai pembeli kayu.

Bahkan menurut mereka, kata Untung, yang lebih banyak berperan justru Sumani yang ketua sub dari kelompok hutan kemasyarakatan (HKm) setempat. Kedua tukang menggesek kayu itu selama ini makan dan minum bahkan tinggal di rumah Sumani.

Kayu itu juga yang mengangkutnya adalah Sumani dan sempat menjual kelebihan kayu yang dibutuhkan kepada Jahrul.

Sementara peratinnya hanya mengizinkan untuk menebang kayu dari hutan lindung itu karena untuk kepentingan membangun masjid dan memperbaiki jembatan yang sudah rusak disebabkan tidak ada dana. Peratin Aris Mulyono pun memanggil Tri Purnomo dan Rohman selaku tukang geseknya.

Dari pengakuan peratin, kata Untung dan Sutikno, dia juga tidak mengetahui jika ada kayu yang dijual Sumani. Sebab, dia hanya mengizinkan untuk mengambil kayu sesuai kebutuhan.

"Intinya Komisi I meminta agar hukum ditegakkan secara adil yaitu tidak hanya tiga orang itu saja yang diproses dan ditahan tapi Jahrul dan Sumani juga diproses," kata Sutikno.

Menurut ketiga tersangka, kata Untung, Sumani dan Jahrul sudah dimintai keterangan oleh petugas akan tetapi mereka tidak dijadikan tersangka.

Sebelumnya Polsek Sekincau menahan Peratin Batuapi Aris Mulyono bersama dua warga lainya, yaitu Rohman (25), warga Pekon Mekarsari, Kecamatan Pagardewa, dan Tri Purnomo (40), warga Pekon Bakhu, Kecamatan Batuketulis.

Ketiganya ditahan karena kasus pembalakan liar dengan menebang kayu dalam hutan lindung di Talangbaru, Pekon Batuapi secara tidak sah.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar