#DPRD#Transparansi#PKH

DPRD Kota Desak Transparansi Data PKH

( kata)
DPRD Kota Desak Transparansi Data PKH
Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- DPRD Bandar Lampung mendesak Dinas Sosial setempat transparan terkait data penerima program keluarga harapan (PKH) di Kota Tapis Berseri. Pasalnya hingga saat ini, Dinas Sosial belum juga menyerahkan data penerima PKH kepada legislatif.

"DPRD mendesak kepada OPD terkait, demi transparansi perlu dibuka semua, siapa sesungguhnya penerima PKH di tiap wilayah maupun bantuan sosial lainnya dengan memasang tanda di tiap-tiap rumah penerima," ujar Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi, Senin, 27 Januari 2020.

Dengan begitu, menurut Wiyadi akan terlihat siapa saja yang layak menerima dan tidak layak menerima bantuan dari Pemerintah Pusat tersebut. 

Ketua DPC PDIP Bandar Lampung itu pun meminta agar permasalahan yang ada dalam PKH untuk segera dituntaskan alias tidak berlarut-larut. "Terutama dalam pendataan, karena ketika dilaksanakan hearing dengan Dinas Sosial maupun pendamping PKH se Kota Bandar Lampung, tidak ada satupun yang merasa memiliki kewenangan pendataan tersebut. Mereka mengatakan hanya menerima data dari pusat, dan data tersebut yang melakukan BPS atau lembaga lainnya," jelas  Wiyadi. 

Sedangkan DPRD Bandar Lampung, menurutnya sudah mengesahkan tambahan anggaran insentif untuk rekan-rekan pendamping PKH. Tentunya dengan harapan bisa membenahi carut marutnya data penerima PKH tersebut. 

"Namun dari hearing tidak mendapat jawaban yang maksimal. Bahkan ketika diminta data yang Dinas Sosial ajukan ke Menteri Sosial pun, dijadwalkan 1 Minggu ini sudah lewat. Data tersebut belum juga dikirim ke DPRD," tegas dia.

Untuk itu, Ketua DPRD Kota itu mendesak Dinsos untuk segera menyerahkan data demi transparansi penerima PKH di Bandar Lampung. "Nanti akan terlihat siapa yang layak dan siapa yang tidak layak untuk mendapat bantuan tersebut. Jangan sampai program yang mulia ini justru tidak tepat sasaran," ujar Wiyadi.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar