proyeklelang

DPRD Curiga Ada 'Mafia' Tender Proyek APBD II Tubaba

( kata)
DPRD Curiga Ada 'Mafia' Tender Proyek APBD II Tubaba
Ketua Komisi III DPRD kabupaten Tulangbawang barat, Paisol, menunjukkan aktivitas pekerjaan proyek rehabilitasi gedung DPRD setempat, Jumat (14/8/2020). Ahmad Sobirin

PANARAGAN (Lampost.co) -- Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) meminta Pemerintah Kabupaten setempat untuk memperhatikan kualitas pengerjaan proyek infrastruktur yang mengunakan APBD II senilai Rp19,3 miliar yang bersumber dari APBD 2020.

Salah satunya proyek rehabilitasi Gedung DPRD senilai Rp5 miliar yang saat ini sudah mulai dikerjakan oleh pemenang tander yang dilakukan sejak Februari-April 2020 lalu. Pengawasan yang diharapkan dapat dilakukan oleh pihak terkait mulai dari proses lelang, pengerjaan hingga pelaporan hasil akhir pengerjaan.

"Kami minta agar kontraktor dan perusahan yang bermasalah untuk tidak diloloskan, jangan pakai lagi kontraktor yang bekerja dengan kualitas buruk," kata Paisol, Jumat, 14 Agustus 2020.

Ia berharap, tender proyek rehabilitasi gedung kantor DPRD dan proyek lainnya yang lolos kualifikasi di Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) PUPR Tubaba ini bebas dari praktek kolusi, dan nepotisme.

"Dari data yang kami dapat, pemenang tander ini perusahaan baru berdiri. Akan kita tanyakan apa alasannya bisa lulus kualifikasi PUPR," kata Paisol, sembari menunjukkan foto identitas pimpinan perusahaan yang dimaksud kepada Lampost.co yang diketahui dari KTP-nya berprofesi sebagai buruh harian lepas.

Pihaknya, berkomitmen untuk memberikan pengawasan dan tidak segan untuk menindaklanjutinya apa bila ditemukan indikasi penyimpangan.

Winarko



Berita Terkait



Komentar