#Tambang#Lingkungan

DPRD Akan Panggil Pengelola Tambang Ilegal

( kata)
DPRD Akan Panggil Pengelola Tambang Ilegal
Garis polisi terpasang di lokasi penambangan batu di Bukit Campang Raya, Sukabumi. Dok Walhi Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung akan memanggil pemilik tambang batu diduga ilegal di Bukit Campang Raya, Sukabumi, Bandar Lampung.

Ketua Komisi IV DPRD Lampung, Ismet Roni mendukung langkah Polda Lampung menutup aktivitas pertambangan. Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti persoalan tersebut pihaknya akan segera memanggil pemilik tambang, dan dinas terkait.

Baca juga: Polda Lampung Tutup Tambang Batu di Campang Raya

"Nanti kita panggil pihak penambang, yang jelas adanya aktivitas tersebut berpengaruh pada lingkungan masyarakat, dan masyarakat banyak dirugikan," katanya, Jumat, 19 Maret 2021.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Lampung,Elly Wahyuni setuju langkah yang akan diambil Komisi IV untuk segera mencari solusi atas permasaalahan tambang ilegal. Ia menambahkan, seharusnya pihak penambang memberikan manfaat bagi warga sekitar, bukan sebaliknya.

"Dalam waktu dekat akan berkordinasi dengan instansi terkait yang membidangi pertambangan untuk membicarakan izin yang ada di Lampung saat ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, tambang ilegal selama ini kerap menumbulkan musibah banjir di Bandar Lampung karena alihfungsi daerah resapan air.

"Kita tahu kenapa Bandar Lampung banyak banjir,  karena izin yang diberikan menyalahi aturan. Ini seharusnya kawasan hutan register atau daerah resapan banjir kenapa dibangun untuk lain," katanya.

Elly menambahkan, Polda Lampung harus konsisten dan tegak lurus terhadap adanya dugaan tambang ilegal ini. "Kalau memang begitu kasian masyarakatnya, Polda Lampung harus berani mengawal terus permasalahan ini," katanya. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar