#Bulog#Kemendag#Buwas#Konflik#Impor#Beras#DPR

DPR Sayangkan Perseteruan Mendag dan Buwas

( kata)
DPR Sayangkan Perseteruan Mendag dan Buwas
Budi Waseso. (ANT/Muhammad Adimaja)

JAKARTA (Lampost.co) -- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita tengah berseteru lewat media dengan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas). Keduanya saling tuding tanggung jawab soal keputusan pemerintah yang menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor beras demi menjaga pasokan di dalam negeri.

Langkah tersebut membuat stok beras di gudang melimpah. Hasilnya, Bulog mesti menyewa gudang untuk menyimpan beras miliknya. Bahkan, Bulog rela menggelontorkan dana hingga Rp45 miliar untuk sewa gudang tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Mendag mengatakan, gudang merupakan tugas dari Bulog dan bukan urusan Kemendag. Pernyataan Mendag tersebut ditanggapi emosi oleh Buwas.

"Kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, matamu! Itu kita kan sama-sama negara," ujar Buwas, di Perum Bulog, Jakarta, Rabu (19/9).

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPR, Bambang Soesatyo menanggapi dengan prihatin. Ia mengatakan, dalam kondisi saat ini, semua kepala lembaga negara harusnya dapat memmberikan ketenangan pada masyarakat.

"Seharusnya para pimpinan lembaga memberikan ketenangan kepada masyarakat di tengah isu panasnya situasi politik yang ada. Kami saja di DPR berusaha supaya tidak ada gejolak berarti yang bisa mengganggu," ujar Bambang, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Ia mengatakan, berharap keduanya dapat bertemu untuk berdialog secara personal. Jangan hanya saling menjawab di media. Ia juga akan meminta komisi 4 dan 6 DPR untuk mengundang keduanya guna membahas mengenai sewa gudang tersebut.

"Kita menyayangkan di pemerintahan sendiri terjadi beda pendapat terbuka. Lebih arif diselesaikan di kamar tertutup buka-bukaan data, lalu bersikap satu suara. Itu harapan kami," ujar Bambang.

 

 

 

MI



Berita Terkait



Komentar