#dpr#ruu#demo#mahasiswa

DPR Mengalah

( kata)
DPR Mengalah
Demo mahasiswa di gedung DPRD Lampung. Lampost.co/Zainudin

Jakarta (Lampost.co): DPR mengalah. Parlemen akhirnya menunda pengesahan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Rancangan Undang-Undang Pemasyarakatan.

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyebut sikap ini sengaja diambil untuk menyerap aspirasi mahasiswa. "Kami menunda, bukan hanya usul pemerintah, tapi kami mendengar aspirasi adik-adik mahasiswa," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.

Bambang juga mengklarifikasi isu bahwa RUU Pertanahan dan RUU Mineral Batubara (Minerba) sudah diketok. "Kita belum masuk pada pengambilan keputusan."

Bambang juga membantah adanya frasa memperbolehkan narapidana pelesiran dalam RUU Pemasyarakatan. Apalagi, pelesiran itu berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan di luar rumah tahanan.

"Banyak hal yang dipelintir di luar lalu buat suasana panas, sehingga saya jelaskan tidak ada hal-hal seperti itu," terang Bambang.

Gelombang penolakan pengesahan sejumlah RUU mengalir dari mahasiswa dan sejumlah kelompok masyarakat. Massa menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Mereka juga tak terima RUU Perubahan UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dikukuhkan karena melonggarkan hukuman bagi koruptor. Selain itu, massa meminta RUU Perubahan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah disahkan, dibatalkan.

Unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR sempat memanas menjelang petang. Massa menutup jalur tol Tomang dan sebagian merobohkan pagar sisi kanan gedung DPR. Polisi sempat menembakkan gas air mata ke demonstran.

medcom.id



Berita Terkait



Komentar