pencabulanpemerkosaan

DPPPA Pesisir Barat Dampingi Korban Pencabulan di Bawah Umur

( kata)
DPPPA Pesisir Barat Dampingi Korban Pencabulan di Bawah Umur
Kantor dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kabupaten Pesisir Barat, Rabu 22 januari 2020 . Yon


KRUI (Lampost.co) -- Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DPPPA) Pesisir Barat memberikan pembinaan dan pendampingan terhadap korban pelecehan seksual yang masih di bawah umur di Kecamatan Way Krui. Korban yang masih berumur 9 tahun tersebut menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pelaku S (58) beberapa waktu lalu.

Sekretaris DPPPA Pesisir Barat Rukzawani didampingi kasi pemberdayaan anak Nining Santi Suwarni mengatakan pihaknya akan terus memantau dan memperhatikan perkembangan kasus yang saat ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian itu. 

"Kami dua hari lalu telah bertemu korban dan keluarganya juga peratin. Selanjutnya kami akan membawa psikolog untuk bertemu dengan korban dan keluarganya. Pendampingan kami lakukan terus," kata Nining. 

Menurutnya anak perempuan yang jadi korban tersebut masih berumur 9 tahun dan duduk di bangku SD. Saat ini kondisinya sudah cukup baik, meskipun masih ada trauma atau shok yang dialami.

"Kami akan terus melakukan kunjungan secara teratur ke korban dan keluarganya untuk memulihkan kejiwaan dan kehidupan korban. Juga melakukan pendampingan saat persidangan dengan menghadirkan psikolog dan pengacara," tambahnya. 

DPPPA Pesisir Barat baru menangani satu kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur pada tahun ini. Sementara di 2019 lalu, ada tujuh kasus yang ditangani, yakni enam pelecehan seksual terhadap anak dan satu kekerasan terhadap anak. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar